Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menyebut bahwa angka kecelakaan kerja di Indonesia masih cukup tinggi. Pernyatan ini selaras dengan data klaim di BPJS Ketenagakerjaan, dimana sepanjang tahun 2024 tercatat ada 141 ribu kasus kecelakaan kerja. Kondisi tersebut mendorong pemerintah terus melakukan penguatan sinergi antar pemangku kepentingan, diantaranya serikat pekerja/buruh dan BPJS Ketenagakerjaan, guna meningkatkan kesadaran terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). “PR kita masih besar, masih banyak, tingkat kecelakaan itu masih tinggi, artinya tempat kerja kita masih rentan,”ujarnya saat membuka workshop K3 yang digelar BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, dikutip Selasa (23/9/2025). Dalam kegiatan yang diikuti oleh 300 orang perwakilan serikat pekerja dan serikat buruh tersebut, Menaker Yassierli berharap para pekerja dapat menjadi agen perubahan untuk memperkuat budaya K3 di lingkungan kerjanya masing-masing.
by BPJS Ketenagakerjaan | 02-09-2025 08:56:48
by BPJS Ketenagakerjaan | 23-06-2025 09:22:54
by BPJS Ketenagakerjaan | 20-06-2025 09:25:19
by BPJS Ketenagakerjaan | 03-06-2025 08:33:21
by BPJS Ketenagakerjaan | 28-05-2025 16:18:01