LAMANDAU – Pemerintah Kabupaten Lamandau menegaskan komitmennya dalam memperluas perlindungan sosial ketenagakerjaan. Sepanjang tahun 2025, BPJS Ketenagakerjaan mencatat realisasi manfaat yang signifikan bagi para pekerja di wilayah tersebut.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menyampaikan bahwa kehadiran BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar program administratif, melainkan bentuk nyata perlindungan negara terhadap pekerja dan keluarganya.
“Ini bukti bahwa perlindungan sosial ketenagakerjaan benar-benar dirasakan masyarakat. Pemerintah daerah akan terus mendorong agar seluruh pekerja, baik formal maupun informal, mendapatkan jaminan yang layak,” tegas Rizky, Selasa (3/3/2026)
Berdasarkan data tahun 2025, total manfaat yang telah dibayarkan mencapai Rp73,5 miliar kepada 6.427 pekerja dan ahli waris. Angka tersebut mencerminkan optimalisasi berbagai program jaminan, mulai dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), hingga Jaminan Hari Tua (JHT).
Tak hanya itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menyalurkan manfaat beasiswa pendidikan kepada 59 anak dari peserta yang memenuhi kriteria. Program ini menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan pendidikan keluarga pekerja yang terdampak risiko kerja.
Dari sisi kepesertaan, sebanyak 51.566 pekerja di Kabupaten Lamandau telah terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan. Capaian ini mendorong peningkatan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) menjadi 66 persen, atau naik 15 persen dibandingkan tahun 2024.
Bupati Rizky menilai kenaikan tersebut sebagai indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dan dunia usaha terhadap pentingnya perlindungan kerja.
“Kenaikan 15 persen ini menunjukkan keseriusan kita bersama. Namun target kita belum selesai. Masih ada pekerja yang harus kita jangkau agar tidak ada lagi yang bekerja tanpa perlindungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, dan para pelaku usaha akan terus diperkuat agar cakupan kepesertaan semakin luas dan manfaat yang diberikan semakin optimal.
“Kami ingin memastikan setiap pekerja di Lamandau merasa aman dalam bekerja. Perlindungan sosial bukan hanya soal santunan, tapi tentang kepastian masa depan keluarga. Ke depan, kami akan mendorong seluruh perusahaan dan sektor informal untuk ikut serta, sehingga target Universal Coverage bisa segera tercapai,” tutupnya.(nr)