Siaran Pers


Satu Hari Lagi! Lomba Foto BPJAMSOSTEK 2019

JAKARTA, Rabu 20 November 2019



Press Release

BPJS Ketenagakerjaan

Satu Hari Lagi! Lomba Foto BPJAMSOSTEK 2019


Jakarta. 20 November 2019. Menyambut usia ke-42, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menyelenggarakan kegiatan Lomba Foto Jurnalistik yang diperuntukkan bagi insan pewarta foto media massa di seluruh Indonesia.


Dalam pelaksanaanya, BPJAMSOSTEK menggandeng Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jakarta yang telah berpengalaman dalam menyelenggarakan perlombaan serupa.


“Kami ingin mengajak para pewarta foto untuk ikut menyemarakkan HUT ke-42 BPJAMSOSTEK melalui foto-fotonya. Dengan mengusung tema Tumbuh Maju Bersama Pekerja, kami berharap melalui karya-karya foto jurnalistik tersebut, secara tidak langsung dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat dan pentingnya memiliki perlindungan dari BPJAMSOSTEK,” ujar Deputi Direktur Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja.


Selain tema besar di atas, penyelenggara juga memberikan dua sub tema yaitu “Jaminan Pelindungan Pekerja” dan “Kerja Aman Keluarga Nyaman”.


Untuk diikutsertakan dalam lomba ini, setiap peserta dapat mengirimkan maksimal 10 foto tunggal yang diambil pada periode Januari 2018 - 21 November 2019, selain itu foto yang dikirimkan sudah pernah dipublikasikan di media (cetak atau online). Selain itu peserta juga diwajibkan follow akun instagram @bpjs.ketenagakerjaan dan @pfijakarta.

Pada gelaran lomba ini BPJAMSOSTEK telah mempersiapkan hadiah uang tunai sebesar Rp42 Juta bagi 3 orang pemenang dan 39 pewarta foto yang karyanya terpilih untuk ditampilan dalam pameran foto jurnalistik yang akan digelar di Kantor Pusat BPJAMSOSTEK Jakarta.


“Lomba ini telah resmi kami buka sejak tanggal 5 November 2019 dan hingga saat ini sudah banyak karya foto yang sudah kami terima. Saya juga mengajak kepada para pewarta foto yang lain untuk segera mengirimkan karya foto terbaiknya, karena lomba ini akan kami tutup pada pada tanggal 21 November 2019 pukul 23.59. Untuk informasi yang lebih lengkap dapat menghubungi humas BPJAMSOSTEK atau kunjungi website resmi kami di www.bpjsketenagakerjaan.go.id”, tambah Utoh.


Setelah pengumpulan karya foto resmi ditutup, akan dilanjutkan dengan proses penilaian oleh dewan juri profesional yang terdiri dari Tatan Syuflana, Adek Berry dan dari Internal BPJAMSOSTEK yang diwakili oleh Naufal Mahfudz (Direktur Umum dan SDM).


Achmad Ibrahim yang tadinya menjadi salah satu juri di perlombaan ini, harus digantikan karena mendapatkan tugas ke luar negeri. Meski terjadi perubahan, penyelenggara akan tetap menjaga objektifitas dan profesinalitas dalam proses penilaiannya.


Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat & Antar Lembaga

BPJAMSOSTEK Gelar Lomba Foto Jurnalistik 2019

Jakarta, Selasa 5 November 2019



Di Usia ke 42 Tahun, BPJS Ketenagakerjaan yang kini biasa disebut dengan BPJAMSOSTEK bekerja sama dengan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jakarta menggelar kegiatan Lomba Foto Jurnalistik yang diperuntukkan bagi insan pewarta foto media massa di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dimulai pada tanggal 5-21 November 2019.

“Dalam rangka semarak HUT ke-42 BPJAMSOSTEK di tahun 2019 ini, kami bersama dengan rekan-rekan PFI Jakarta menggelar kegiatan Lomba Foto Jurnalistik yang akan diikuti oleh seluruh pewarta foto di seluruh Indonesia. Dengan mengusung tema Tumbuh Maju Bersama Pekerja diharapkan pengenalan manfaat dan program BPJAMSOSTEK dalam bentuk hasil karya foto jurnalistik kepada masyarakat dapat lebih dikenal,” ujar Deputi Direktur Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja.

Selain tema besar di atas, penyelenggara juga memberikan dua sub tema yaitu “Jaminan Pelindungan Pekerja” dan “Kerja Aman Keluarga Nyaman”.

Total hadiah pada gelaran lomba foto jurnalis tahun ini adalah sebesar Rp42 Juta, dimana setiap peserta dapat mengirimkan 10 karya foto terbaiknya kepada penyelenggara yang selanjutnya akan diberikan penilaian oleh dewan juri profesional yang terdiri dari Achmad Ibrahim, Adek Berry dan dari Internal BPJAMSOSTEK yang diwakili oleh Naufal Mahfudz (Direktur Umum dan SDM).

Foto yang dikirimkan merupakan hasil karya sendiri dan belum pernah memenangi lomba foto sejenis, dan lokasi pengambilan foto berada didalam wilayah Indonesia. Syarat lainnya foto merupakan foto tunggal dengan masa pengambilan sejak 1 Januari 2018 hingga 21 November 2019, serta telah dipublikasikan di media massa. Selain itu peserta juga diwajibkan follow akun instagram @bpjs.ketenagakerjaan dan @pfijakarta.

Utoh mengatakan bahwa lomba foto ini merupakan sebagai bentuk apresiasi kami kepada rekan-rekan pewarta foto yang telah mendedikasikan waktunya untuk turut serta mempublikasikan potret aktifitas pekerja di Indonesia, termasuk juga kegiatan BPJAMSOSTEK dalam bentuk karya foto jurnalistik.

“Bagi rekan-rekan pewarta foto ayo segera daftarkan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut karena pendatarannya tidak dipungut biaya, serta hasil karya dari 3 orang pemenang dan 39 nominator akan ditampilkan dalam pameran yang akan digelar di Kantor Pusat  BPJAMSOSTEK. Untuk informasi yang lebih lengkap dapat menghubungi humas BPJAMSOSTEK atau kunjungi website resmi kami di www.bpjsketenagakerjaan.go.id,” pungkas Utoh.


Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga

BPJS Ketenagakerjaan Raih 2 (Dua) Penghargaan Tertinggi "Certificate of Excellence" di Forum Jaminan Sosial Sedunia

BPJS Ketenagakerjaan Raih 2 (Dua) Penghargaan Tertinggi "Certificate of Excellence" di Forum Jaminan Sosial Sedunia, Kamis 17 Oktober 2019



Press Release 

BPJS Ketenagakerjaan


BPJS Ketenagakerjaan Raih 2 (Dua) Penghargaan Tertinggi "Certificate of Excellence" di Forum Jaminan Sosial Sedunia

 

Brussels, 16 Oktober 2019. Pada pertemuan institusi jaminan sosial sedunia (World Social Security Forum /WSSF) di Brussels, Belgia, yang diselenggarakan oleh International Social Security Association (ISSA) dan dihadiri 152 negara, BPJS Ketenagakerjaan meraih 2 (dua) penghargaan tertinggi dari ISSA dalam hal pengembangan dan pemanfaatan Sistem Teknologi Informasi (TI) dan pelaksanaan program Return to Work.

 

Penghargaan yang diterima BPJS Ketenagakerjaan hanya diberikan kepada lembaga yang mampu  mengimplementasikan pedoman dan standar internasional jaminan sosial (Guidelines) dari ISSA. Penghargaan tersebut  dinamakan ISSA Certificate of Excellence in Social Security Administration for Information Communication Technology (ICT) dan ISSA Certificate of Excellence in Social Security Administration for Return to Work (RTW) program.

 

BPJS Ketenagakerjaan menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia, dari 7 (tujuh) penerima penghargaan dari ISSA pada kegiatan tersebut. Marcelo Abi-Ramia Caetano, Sekretaris Jenderal ISSA menyatakan, sistem IT dan program RTW BPJS Ketenagakerjaan telah berhasil memenuhi semua aspek Guidelines yang ditentukan oleh ISSA, bahkan memberikan masukan yang krusial bagi ISSA untuk penyempurnaan Guidelines dimaksud.


Seremonial pemberian penghargaan ISSA ini dilaksanakan pada Rabu pagi (16/10), disaksikan langsung oleh lebih dari 1.000 delegasi WSSF yang merupakan perwakilan dari lebih dari 300 institusi jaminan sosial yang berasal dari 152 negara. Pertemuan WSSF  direncanakan berlangsung sejak tanggal 14 s/d 18 Oktober 2019 dan dihadiri oleh menteri dan petinggi jaminan sosial sedunia.


Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, berharap apresiasi ini menjadi penyemangat dan motivasi bagi insan BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia. "Penghargaan ini sangat spesial, karena lembaga jaminan sosial di Indonesia baru pertama kali menerima penghargaan setingkat ISSA Certificate of Excellence dan pertama kali juga  sebuah lembaga langsung sekaligus mendapatkan 2 (dua) award, untuk ICT dan RTW. Tentunya ini berkat kerja cerdas dan keras semua pegawai yang didukung oleh semua stakeholder kami", jelas Agus.

 

Agus menjelaskan, kunci pengembangan sistem TI BPJS Ketenagakerjaan adalah berusaha mengoptimalkan kapasitas internal dalam mengembangkan sistem TI yang handal, namun tetap efisien dan memenuhi standar keamanan yang baik.

Pengembangan TI oleh internal BPJS Ketenagakerjaan juga berdampak pada sistem TI yang lebih fleksibel sehingga dapat lebih tanggap menghadapi berbagai tantangan di lapangan. “Berbagai inovasi yang dikembangkan BPJS Ketenagakerjaan seperti sistem keagenan PERISAI, aplikasi mobile BPJSTKU, hingga antrian online untuk Klaim JHT dapat berjalan baik berkat dukungan sistem TI yang mumpuni", tambah Agus.

 

Sedangkan pelaksanaan progran RTW dari BPJS Ketenagakerjaan telah mengalami perkembangan pesat, dengan jumlah pekerja korban kecelakaan kerja yang telah bekerja kembali mencapai 583 orang. “Hal ini tercapai berkat sistem tata kelola RTW yang terencana dengan baik, dengan dukungan personil case manager yang bekerja tidak hanya mengandalkan profesionalitas saja namun juga mengedepankan empati. Juga berkat kerjasama kami dengan 7.417 rumah sakit yang berperan sebagai Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dan perusahaan peserta kami di seluruh Indonesia", urai Agus.


“Dua Penghargaan ini menjadi bukti bagi dunia bahwa pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia telah sesuai, bahkan diatas standar Internasional. Penghargaan ini juga memicu kami untuk terus berusaha lebih baik lagi dalam melindungi dan memberikan kemudahan pelayanan kepada seluruh masyarakat pekerja Indonesia”, tutup Agus.

 


Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga

Waspadai Penipuan Berkedok Penarikan Dana Tunai Mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan

Jakarta, Selasa 28 Agustus 2018



BPJS Ketenagakerjaan Peduli Korban Gempa Lombok

Lombok, Senin 13 Agustus 2018