Oleh: Fidiawati
Editor: Risfan Badrian
KBRN, Tanjungpinang: Dalam hal kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan masih banyak pekerja informal yang belum terdaftar sebagai anggota. Hal tersebut karena masih bayak pekerja informal belum menyadari pentingnya perlindungan sosial melalaui BPJS Ketenagakerjaan.
“Terkait pekerja informal ini memang masih menjadi PR kita bersama,” ujar Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang Sunjana, Selasa (28/1/2025).
Dijelaskannya untuk sektor informal seperti tukang ojek, petani, nelayan dan lainnya. Kebanyakan dari mereka masih banyak yang belum mendaftarkan dirinya.
Meski pemerintah telah berfokus untuk mendaftarkan pekerja informal seperti nelayan. Namun masih banyak nelayan yang belum terdaftar.
Hal ini tentunya menjadi tantangan pihaknya pada tahun 2025 agar meningkatkan pendaftar dari tenaga kerja infomal. Apalagi pekerja informal dalam mendaftar secara mandiri berbeda dengan perusahaan.
Ditambah masih kurangnya kesadaran para pekerja informal tentang pentingnya terdaftar di BPJS Kesehatan. Oleh karena itu pihaknya terus berupaya meningkatkan kesadaran pekerja informal dengan melakukan sosialisasi-sosialisasi.
“Jadi inilah tantangan terbesar kita di tahun 2025, bagaimana caranya seluruh pekerja di Provinsi Kepri dapat dilindungi program BPJS Ketenagakerjaan,” tuturnya.
BPJS TK Batam akselerasi penambahan kepesertaan pekerja informal
Kamis, 06 November 2025
500 Mahasiswa UIN Gus Dur Dapat Perlindungan Ketenagakerjaan
Senin, 20 Oktober 2025
Meninggal Pasca Tugas, BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan ke Petugas Haji
Selasa, 14 Oktober 2025