Bagikan
UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) semakin banyak diminati saat ini. Bahkan, meskipun seseorang sudah memiliki pekerjaan tetap, banyak yang mendirikan usaha pribadi sebagai sambilan maupun persiapan masa pensiun nanti. Tingginya minat masyarakat untuk berwirausaha tentu saja baik, tetapi secara otomatis tingkat persaingan juga meningkat.�
Agar mampu bersaing dan bertahan, maka UMKM harus mampu memaksimalkan pemanfaatan teknologi untuk mengembangkan bisnisnya. Inilah berbagai teknologi digital yang bisa pelaku UMKM manfaatkan!
Sosial Media
Memasarkan produk melalui sosial media memang sudah sejak lama dilakukan. Dulu aplikasi sosial media yang sering digunakan adalah Facebook, tetapi sekarang dengan bertambahnya jumlah aplikasi sosial media maka kamu juga bisa semakin memperluas pemasaranmu. Beberapa aplikasi yang bisa kamu gunakan saat ini yaitu TikTok dan Instagram.
Agar pemasaranmu lebih efektif, maka kamu harus memahami terlebih dahulu karakter dari setiap pengguna sosial media. Kemudian buatlah konten pemasaran yang sesuai dengan karakter penggunanya. Jika memungkinkan, kamu juga bisa memasang ads agar konten pemasaran yang dibuat bisa menjangkau target konsumen lebih luas.
E-Commerce
Sejak pandemi pada 2020 lalu, semakin banyak orang yang terbiasa membeli kebutuhannya lewat e-commerce. Tidak hanya untuk kebutuhan barang seperti pakaian saja, bahkan membeli makanan siap saji seperti lauk atau kue juga banyak yang dilakukan melalui e-commerce. Jadi, kamu bisa memanfaatkan e-commerce juga untuk memasarkan produkmu.
Kamu bisa menggunakan e-commerce yang bersifat umum di mana e-commerce tersebut menjual berbagai jenis produk. Namun, kamu juga bisa memanfaatkan e-commerce yang mengkhususkan produknya untuk kategori tertentu saja. Misalnya e-commerce khusus fashion, khusus makanan, khusus otomotif, dan sebagainya. Kamu tinggal menyesuaikannya dengan jenis produkmu. Keuntungannya menggunakan e-commerce khusus, maka target pasar kamu sudah jelas karena orang yang menggunakannya pasti karena membutuhkan produk tertentu saja.
Pembayaran Digital
“Bisa bayar pakai QRis gak ya?” Siapa yang suka bertanya begitu saat sedang berbelanja? Dulu pembayaran digital menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture) dengan cara menggesek kartu atau memasukkan chip kartu ke dalam alat. Pembayaran dengan mesin ini biasanya hanya digunakan oleh toko-toko besar karena untuk bisa mendapatkan mesin EDC membutuhkan prosedur.
Namun, saat ini penggunaan mesin EDC mulai tergeser dengan hadirnya QRis, yaitu standar kode QR Nasional untuk memfasilitasi pembayaran kode QR di Indonesia. QRis diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Dengan memanfaatkan QRis, maka konsumen tinggal melakukan scan pada barcode dengan aplikasi pembayaran maupun mobile banking yang digunakan. QRis ini bisa berupa stiker, print pada kertas, maupun hanya screenshot di ponsel, sehingga mudah digunakan.
Aplikasi UMKM
Saat ini sudah banyak aplikasi pendukung UMKM yang bisa kamu beli di pasaran. Harganya juga cukup terjangkau tetapi bisa sangat memudahkanmu dalam melakukan pengelolaan bisnis. Aplikasi ini banyak juga yang dibuat berdasarkan pada jenis bisnis, jadi kamu tinggal memilih aplikasi yang sesuai dengan bidang bisnismu.
Misalnya, kamu memiliki usaha laundry. Maka aplikasi yang digunakan akan memudahkanmu mengisi data konsumen, berat pakaian, dan detail lainnya. Kemudian aplikasi ini akan langsung menghitung total tagihan dan mengirimkan bukti order ke ponsel konsumen. Dengan menggunakan aplikasi ini, maka kamu tidak perlu lagi mencatat manual dan menggunakan kertas untuk nota. Selain lebih mudah dan praktis, aplikasi ini akan membantumu menjaga lingkungan karena paperless.
Kamu bisa menggunakan semua teknologi digital di atas secara bersamaan maupun bertahap sesuai kebutuhanmu. Nah, selain memanfaatkan teknologi digital untuk membantu pengembangan bisnis, ada hal yang tidak kalah penting yaitu memiliki jaminan sosial untuk masa depanmu dan perlindungan atas kecelakaan.
Untuk kamu yang menjadikan usaha sebagai sambilan, maka kamu sudah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan PU (Penerima Upah) dari tempat kerja utamamu. Sementara untuk kamu yang benar-benar hanya memiliki usaha UMKM ini sebagai sumber penghasilanmu, maka kamu bisa mencari cara daftar BPJS Ketenagakerjaan BPU (Bukan Penerima Upah). BPJS Ketenagakerjaan BPU ditujukan untuk masyarakat Indonesia yang mendapatkan penghasilan secara mandiri dan bukan sebagai pegawai kantoran.
Telat Bayar BPJS Ketenagakerjaan, Harus Bagaimana ya?
Senin, 03 Mar 2025
Pilih Cari Pengalaman Baru atau Tetap di Zona Nyaman, ya
Jumat, 28 Feb 2025
Tetap Produktif dan Finansial Aman di 2025
Kamis, 27 Feb 2025
Tips Buka Bisnis Pertanian Organik Cek Yuk
Rabu, 26 Feb 2025