Satuan Pengawas Internal

DASAR HUKUM

Dengan disahkannya UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS), pada tanggal 25 November 2011 maka mulai 1 Januari 2014 PT Jamsostek (Persero) bertransformasi menjadi BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan, yang meliputi perubahan sifat, organ dan prinsip pengelolaan, atau dengan kata lain berkaitan dengan perubahan stuktur dan budaya organisasi. Pada pasal 39 UU BPJS disebutkan bahwa, ���Pengawasan internal BPJS dilakukan oleh organ pengawas BPJS, yang terdiri atas Dewan Pengawas dan Satuan Pengawas Internal.���

Turunan atas UU BPJS tersebut, berdasarkan Pasal 58 Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Aset Jaminan Sosial Ketenagakerjaan disebutkan bahwa :

  1. Satuan Pengawas Internal terdiri atas beberapa tenaga pengawas internal yang dipimpin oleh Kepala Satuan Pengawas Internal.
  2. Ruang lingkup pengawasan internal mencakup pengawasan internal terhadap dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan, aset BPJS Ketenagakerjaan, pembinaan sumber daya manusia, belanja modal untukoperasional BPJS Ketenagakerjaan, dan kegiatan operasional BPJS Ketenagakerjaan, baik di pusat maupun di daerah.
  3. Pengawas internal melakukan penilaian risiko dalam pengelolaan dan pengembangan Dana BPJS Ketenagakerjaan dan Aset BPJS Ketenagakerjaan yang meliputi proses-proses identifikasi, analisis, dan pengukuran risiko yang relevan sesuai tujuan BPJS Ketenagakerjaan dalam penyelenggaraan program-program BPJS Ketenagakerjaan

 

STRUKTUR ORGANISASI

Menindaklanjuti UU dan Peraturan Pemerintah tersebut, Direksi BPJS Ketenagakerjaan membentuk Satuan Pengawas Internal (SPI) sesuai dengan Keputusan Direksi BPJS Ketenagakerjaan Nomor: KEP/151/052014 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja BPJS Ketenagakerjaan. SPI dipimpin oleh seorang Kepala Satuan yang diangkat, diberhentikan dan secara struktural bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama. 

Struktur Satuan Pengawas Internal BPJS Ketenagakerjaan sebagai berikut :

 

PIAGAM SATUAN PENGAWAS INTERNAL

Dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya SPI dilengkapi dengan Piagam Satuan Pengawas Internal BPJS Ketenagakerjaan yang mengatur tujuan, kewenangan, kewajiban, ruang lingkup, akuntabilitas, independensi & objektivitas, standar & kode etik serta program asurans dan peningkatan kualitas. Piagam SPI disetujui dan disahkan oleh Direktur Utama serta ditetapkan berdasarkan sesuai Surat Keputusan Direksi BPJS Ketenagakerjaan Nomor: KEP/214/072014.

 

VISI

Menjadi Business Support dan Business Partner bagi Manajemen dalam mencapai BPJS Ketenagakerjaan Berkelas Dunia yang mengedepankan Corporate Value, Ethics, dan Character

 

MISI

  1. Membantu Manajemen BPJS Ketenagakerjaan untuk menunaikan kewajibannya dalam memastikan pencapaian tujuan Badan.
  2. Mensupport Manajemen dalam menciptakan nilai tambah dengan mengidentifikasi peluang-peluang untuk meningkatkan kinerja Badan.

 

TUJUAN

  1. Melakukan asurans (audit) dan konsultansi yang independen dan objektif untuk meningkatkan efektivitas proses pengelolaan risiko, pengendalian, dan tata kelola Badan dan Dana Jaminan Sosial.
  2. Memberikan rekomendasi untuk meningkatkan proses pengelolaan Badan dan Dana Jaminan Sosial.

RUANG LINGKUP

Ruang lingkup SPI adalah untuk memastikan bahwa proses pengendalian internal, manajemen risiko, dan tata kelola Badan dan Dana Jaminan Sosial telah memadai dan berfungsi dengan baik, termasuk untuk memastikan bahwa: 

  1. Risiko penting organisasi telah diidentifikasi dan dikelola dengan baik.
  2. Informasi keuangan dan operasional akurat, handal, dan tepat waktu.
  3. Insan patuh terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta terhadap kebijakan, norma, standar, dan prosedur internal.
  4. Sumber daya dan aset diperoleh secara ekonomis, digunakan secara efisien, dan mendapatkan perlindungan yang memadai.
  5. Rencana, sasaran dan program dapat dicapai secara efektif.
  6. Proses pengendalian internal yang mendorong terciptanya peningkatan kualitas dan nilai tambah secara berkesinambungan.
  7. Area pengawasan SPI mencakup dana investasi, aset, pembinaan sumber daya manusia, belanja modal dan kegiatan operasional Badan baik di pusat maupun di daerah.

 

PELAKSANAAN KEGIATAN

SPI melaksanakan kegiatannya berdasarkan Pedoman Pengelolaan Kegiatan Satuan Pengawas Internal sesuai Keputusan Direksi BPJS Ketenagakerjaan Nomor: KEP/215/072014. SPI berperan dalam kegiatan asurans dan konsultansi yang independen dan obyektif yang dirancang untuk memberi nilai tambah dan peningkatan operasional. SPI harus membantu Badan untuk mencapai tujuannya melalui pendekatan sistematis dan teratur untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian dan tata kelola melalui kegiatan asurans dan konsultansi. 

 

STANDAR DAN KODE ETIK 

SPI melaksanakan pekerjaannya mengacu pada Kerangka Praktik Profesional Internasional (IPPF, International Professional Practices Framework) Audit Internal yang diterbitkan oleh The Institute of Internal Auditors (The IIA). IPPF mencakup Standar dan Kode Etik Audit Internal. Standar dan Kode Etik tersebut diterapkan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.