JK Targetkan Pembangunan Rumah Susun Jangkau 60% Buruh di Batam


Posted : 09-02-2015 10:36:32

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menargetkan pembangunan rumah susun (rusun) di Batam harus menjangkau 60 persen buruh yang bekerja di sana. Hal ini akan membuat efisiensi kerja semakin baik.

"Harus memenuhi setidak-tidaknya 50 persen atau 60 persen dari tenaga kerja, tempat tinggal pegawai atau buruh di daerah. Iyalah (akan hemat transport), dan lebih bersih, lebih teratur, seperti tadi," kata JK, di Batam, Jumat (6/2/2015).

JK menuturkan, awal mendorong rencana ini karena ratusan ribu buruh bekerja di Batam. Para buruh akan sulit sejahtera bila gaji mereka sebagian besar habis digunakan untuk biaya tempat tinggal.

"Iya dulu itu di sini ratusan ribu pekerja, begitu banyak, jadi harus mereka itu bayar kos-kos Rp 400 ribu. Karena itu kita harus bikin perumahan di mana pun tempat, ini contoh saja. Tapi semua itu real estate, seluruh Indonesia harus dibangun perumahan dulu dan itu dulu dibangun oleh Jamsostek, BPJS Ketenagakerjaan sekarang," papar JK.

"Mulai sekarang BPJS Tenaga Kerja harus bangun perumahan buruh dari dananya yang besar itu. Karena itu harus dekat dengan lapangan kerja, efisisien dan murah," tambah JK.

Harga sewa rusun per bulan hanya Rp 400 ribu atau dalam sehari dipungut biaya Rp 15 ribu. JK juga mengatakan masih banyak sisa lahan di Batam untuk dibangun rusun. "Iya masih ada bloknya. Dulu saya mulai, sekarang dilanjutkan lagi. Tapi jumlah pastinya saya tidak tahu," tandas JK.