Tekan Angka Kecelakaan, BPJS Ketenagakerjaan Bagikan APD Helm di Madura


Posted : 16-10-2020 17:18:11

BPJS Ketenagakerjaan memberikan APD helm motor kepada peserta di Kantor BPJAMSOSTEK Bangkalan, Kamis (15/10). [Gegeh Bagus Setiadi]


Bangkalan, Bhirawa


Maraknya kasus kecelakaan lalu lintas yang menimpa para peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK cukup tinggi. Per bulan September 2020 ada 24 persen dari jumlah peserta mengalami kecelakaan di jalan raya.


Oleh sebab itu, BPJAMSOSTEK sebagai badan jaminan ini memberikan alat pelindung diri (APD) berupa helm kepada peserta. Kegiatan Promotif dan Preventif BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2020 ini mengusung tema “Pemberian APD Helm Motor” di Kantor BPJAMSOSTEK Bangkalan, Kamis (15/10).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Krishna Syarif, Deputi Direktur Wilayah Jawa Timur Dodo Suharto, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bangkalan Tamar Djaja, serta perusahaan terpilih yang merupakan peserta BPJAMSOSTEK.


Krishna Syarif menyampaikan kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Promotif dan Preventif BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2020 di Seluruh Indonesia, sebagai bukti negara hadir melindungi masyarakat dan pekerja di Indonesia melalui BPJAMSOSTEK.


“Kegiatan ini diharapkan sebagai bentuk nyata guna menekan semaksimal mungkin angka kecelakaan kerja dijalan raya yang terjadi bagi pekerja,” katanya.


Selama pandemi Covid-19, lanjut Krishna, BPJAMSOSTEK juga memberikan kontribusi rutin kepada masyarakat. Mulai dari masker, baju hazmat, multivitamin, sembako serta makanan bergizi. Ini menjadi prioritasnya karena sebagai bentuk kepedulian BPJAMSOSTEK.


Menurut dia, dari data yang dikantongi mulai Januari hingga September ada 23 ribu kasus kecelakaan kerja dan 1 persen meninggal dunia di Jawa Timur. “Disinilah kami memberikan pemahaman faktor risiko. Segeralah bergabung menjadi peserta BPJAMSOSTEK,” terangnya.


Krishna pun berharap semoga langkah yang dilakukan ini dapat mengurangi angka kecelakaan kerja, baik individu lingkungan dan masyarakat. “Dan dapat memahami faktor risiko jika terjadi suatu musibah, juga menjaga keberlangsungan hidup dan mengurangi kemiskinan jika terjadi risiko akibat kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja,” tambahnya.


Sementara itu, Deputi Direktur Wilayah Jawa Timur Dodo Suharto mengatakan, Pemberian APD Helm Motor ini merupakan upaya tanggung jawab BPAMSOSTEK dalam menekan angka kecelakaan kerja di jalan raya.


Disamping itu, lanjut Dodo, membantu perusahaan dalam melaksanakan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta meningkatkan tertib administrasi dan tertib iuran perusahaan.


“Kami berharap kegiatan ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin demi keselamatan pekerja sesuai peruntukannya, sudah seharusnya tenaga kerja mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” terangnya.


Di Jawa Timur bantuan kegiatan Promotif Preventif BPJAMSOSTEK Tahun 2020 mendapatkan alokasi sebanyak 500 APD Helm Motor, 17 orang peserta Pelatihan Ahli K3 Umum, 1.400 paket Bahan Pangan Bergizi berupa Sembako, 260 paket APD Jasa Konstruksi, 800 paket APD Medis Penanganan Covid 19, 16.000 Multivitamin, 80.000 Masker Pekerja, dan 100 Poster K3 dan Bingkai Acrylic.

Saat ini kata Dodo, kasus kecelakaan kerja yang terjadi di Jawa Timur telah mengakibatkan 259 orang meninggal dunia, 200 orang cacat fungsi, 413 orang cacat sebagian.


Pembayaran klaim hingga September 2020 sebanyak 306.022 kasus dengan total klaim Rp3,13 triliun, dari jumlah itu klaim untuk program Jaminan Hari Tua (JHT) sebanyak 234.189 kasus sebesar Rp2,79 trilun, Jaminan Kematian 3.279 kasus sebesar Rp126,9 miliar, Jaminan Kecelakaan Kerja 22.806 kasus sebesar Rp161,3 miliar dan klaim Jaminan Pensiun sebanyak 45.748 kasus sebesar Rp46,3 miliar.


Peserta BPJAMSOSTEK yang mendapatkan APD helm motor, Rony Hartono mengaku kalau manfaat menjadi peserta BPJAMSOSTEK sangat luar biasa. Pasalnya, ini merupakan suatu bentu perhatian pemerintah kepada masyarakat Madura.


“Bagus sekali, kami melihat hadirnya BPJAMSOSTEK di Madura ini suatu bentuk perhatian pemerintah di masyarakat Madura. Meski bukan kota industri, tapi banyak tenaga kerja yang bergerak di bidang formal dan informal. Pesan kami, terus pertahankan profesionalitasnya,” katanya. [geh]