13 Ribu Pekerja Bukan Penerima Upah Dilindungi BPJamsostek, Ini Kata Wali Kota GSVL


Posted : 26-09-2020 05:38:50




Penandatangan kerja sama pemberian perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi 13 ribu pekerja bukan penerima upah di Manado oleh Dirut BPJamsostek, Agus Susanto dan Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut di Manado, Jumat (25/09/2020). 



TRIBUNMANADO.ID.CO. MANADO - Pemerintah Kota Manado melindungi 13 ribu pekerja bukan penerima upah di Kota Manado dengan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek)


Mereka datang dari berbagai latar belakang. Ada petani, pedagang di pasar tradisional, pelaku UMKM, sopir dan lain-lain.


Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut mengatakan, pemberian perlindungan itu dilakukan di tengah pandemi Covid-19.



"Di tengah kesulitan kondisi keuangan akibat pandemi, kami berkomitmen memberi perlindungan kepada mereka yang terdampak," kata Lumentut usai penandatangan kesepakatan dengan Dirut BPJamsostek dengan Dirut BPJamsostek, Agus Susanto di Four Points by Sheraton Manado, Jumat (25/09/2020).



Ia berharap, para pekerja penerima upah bisa fokus bekerja untuk menghidupi keluarga. "Dengan terlindungi BPJamsostek, mereka lebih aman dalam bekerja," katanya.


Lumentut bilang, pihaknya berkomitmen memberi perlindungan lebih banyak pekerja bukan penerima upah.


"Saya minta kadis (Kadisnakertrans) untuk mendata, mencari mana yang layak dibantu," kata Lumentut.


Kepala Disnakertrans Sulut, Donald Supit mengatakan, peserta Jamsostek yang dilindungi merupakan usulan dinas terkait.


"Misalnya, sopir diusulkan Dishub, petani diusulkan Dinas Pertanian, pedagang diusul PD Pasar," katanya.


Adapun syarat umum penerima bantuan, warga Kota Manado, berusia di bawah 60 tahun dan benar-benar menjalani profesinya sebagaimana direkomendasikan dinas terkait.


Pemkot Manado membayar premi Rp 16.800 per bulan untuk setiap pekerja. Donald bilang, angka itu berlaku untuk September dan Oktober.



Dua bulan terakhir, Pemkot Manado mendapat subsidi tinggal membayar 1 persen sebagaimana aturan terbaru.


Elieser Bara (40), satu di antara belasan ribu pekerja yang menerima perlindungan tersebut. Ia senang karena  kini terlindungi BPJamsostek.


Sebelumnya, ia tak memiliki perlindungan jaminan sosial apapun. Dihubungi dinas terkait, Elieser sempat kaget dan bingung.


Setelah dijelaskan, petani warga Allandrew, Malalayang I ini mengerti. "Saya bersyukur karena bisa ikut Jamsostek. Terima kasih Pemkot Manado," kata Elieser yang didampingi sang istri, Marlin Tatali.(ndo)



Penulis: Fernando_Lumowa

Editor: David_Kusuma