Giliran Layanan One To Many BPJAMSOSTEK Surabaya Tanjung Perak, Ditinjau


Posted : 02-07-2020 10:49:17

Kepala BPJAMSOSTEK Surabaya Tanjung Perak, Galuh Santi Utari saat menemui Direktur Renstra dan IT, Sumarjono, Dirut Agus Susanto dan Deputi Direktur Wilayah Jatim, Dodo Suharto (kiri ke kanan).


Penulis : Andira


SuaraKarya.id - SURABAYA: Pandemi Covid-19 yang tengah melanda perekonomian Indonesia, telah berimbas pada lonjakan kasus pemutusan hubungan kerja (PHK). Tingginya jumlah kasus PHK akhirnya berdampak pada peningkatan klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

Menurut Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto, sejak awal tahun hingga 26 Juni lalu, jumlah klaim JHT secara nasional telah mencapai angka 1,098 juta kasus dan jumlahnya masih akan terus meningkat. "Kami sudah siap untuk menghadapi gelombang PHK ini dengan  menyediakan berbagai kanal klaim, melalui protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik), yang terdiri dari kanal online, offline dan kolektif," ujarnya, Rabu (1/7/2020).


Protokol Lapak Asik yang telah diperkenalkan sejak bulan Maret lalu melalui kanal online antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id, terus disempurnakan. Peserta yang kesulitan mengakses Lapak Asik online, kini bisa  dilayani langsung di kantor cabang BPJAMSOSTEK di seluruh Indonesia, karena Lapak Asik juga memiliki kanal offline.


Dalam rangka memastikan pelayanan Lapak Asik offline berjalan dengan baik, jajaran direksi BPJAMSOSTEK melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Rombongan yang juga diikuti Direktur Pelayanan Krishna Syarief dan Direktur Renstra dan IT, Sumarjono,  pada Rabu (1/7/2020) meninjau layanan di Kantor BPJAMSOSTEK cabang Surabaya Tanjung Perak.


Menurut Agus, Lapak Asik offline yang tidak mempertemukan petugas BPJAMSOSTEK dan peserta secara langsung itu dilakukan dalam bilik- bilik yang dilengkapi layar monitor. Monitor ini terhubung langsung dengan petugas secara video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data.


Dalam metode yang dinamai layanan One to Many ini, setiap petugas Customer Service Officer (CSO) bisa melayani 4-6 orang sekaligus dalam waktu bersamaan. "Lewat metode ini, kemampuan produksi untuk meyelesaikan klaim meningkat lima kali lipat dan physical distancing tetap terjaga," ujarnya yang mengklaim sudah mengimplentasikan di cabang BPJS Ketenagakerjaan seluruh Indonesia.


Pihaknya juga menyediakan kemudahan klaim melalui kanal Lapak Asik kolektif. Fasilitas ini ditujukan kepada perusahaan skala besar maupun menengah yang terpaksa melakukan PHK pada minimal 30 persen tenaga kerjanya. “Meski sudah disediakan kanal klaim offline, kami mengimbau seluruh peserta agar sebisa mungkin berada di rumah dan menggunakan kanal online," ujarnya.


Pada bagian lain, Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Surabaya Tanjung Perak, Galuh Santi Utari, menyebutkan jumlah pembayaran klaim jaminan di wilayah kerjanya sejak Januari hingga akhir Juni 2020 mencapai 5.604 kasus. "Nilai klaimnya mencapai Rp54,8 miliar.


Jumlah itu  terdiri dari 791 kalim kasus Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp4,7 miliar, JHT 3.698 kasus sebesar Rp47.3 juta, Jaminan Kematian (JKM) 57 kasus sebesar Rp1,8 juta dan klaim Jaminan Pensiun (JP) sebanyak Rp919,2 juta untuk 1.058 kasus. Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, seluruh pengajuan klaim oleh peserta, tetap dilayani dengan mengedepankan protokol layanan tanpa kontak fisik dan melalui mekanisme drop box.


Pihaknya memastikan bahwa Lapak Asik sangat mudah diakses, sehingga peserta sudah tidak perlu lagi datang ke Kantor BPJAMSOSTEK. "Peserta tetap harus mematuhi aturan Physical Distancing, dan jangan menggunakan jasa orang lain atau calo," ujarnya yang berharap peserta yang mengajukan klaim JHT karena PHK, agar kembali mendaftar sebagai peserta setelah memiliki usaha atau kegiatan ekonomi dan jasa lainnya.***


Editor : Dwi Putro Agus Asianto