Go Green, BPJAMSOSTEK Medan Utara Dukung Eco Wisata Manggrove


Posted : 30-06-2020 10:44:49


BELAWAN, Waspada.co.id – Kepala BPJAMSOSTEK Medan Utara, Iskandar menyerahkan 150 bibit Manggrove kepada Perwakilan Yayasan Gajah Sumatera di Kawasan Wisata Manggrove Belawan Sicanang Pada Sabtu (27/6) lalu.


Iskandar menjelaskan bahwa kegiatan ini dinisiasi oleh seluruh karyawan BPJAMSOSTEK Medan Utara dengan menggunakan dana pribadi.


“Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian keluarga BPJAMSOSTEK Medan Utara dalam menjaga ekosistem alam dan habitat yang ada didalamnya, ditengah pesatnya perluasan kota dan industri kita harus tetap menjaga keseimbangan alam yang diwariskan kepada kita,” Kata Iskandar


Pada kesempatan tersebut, turut pula hadir Lurah Sicanang Belawan, Zulkifli dan Perwakilan dari Yayasan Gajah Sumatera, Anton Siregar.


Dalam sambutannya, Zulkifli menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh BPJAMSOSTEK Medan Utara. Ia mengatakan secara tidak langsung, BPJAMSOSTEK Medan Utara sudah ikut serta mengembangkam eco wisata yang ada didaerahnya.


Ia juga menambahkan bahwa kawasan wisata manggrove yang ada di sicanang belawan merupakan kawasan wisata yang dikelola langsung oleh masyarakat sicanang yang bekerjasama dengan Yayasan Gajah Sumatera.


“Terimakasih dan apresiasi yang sangat besar kami sampaikan kepada karyawan dan karyawati BPJS Ketenagakerjaan Medan Utara atas inisiasi ini, kami merasa disupport karena masih banyak orang baik seperti bapak-bapak dan ibu ini yang masih peduli akan lingkungannya,” Ungkapnya


Dalam kesempatan yang sama, Anton juga mengapresiasi kegiatan yang dilaksanan oleh BPJAMSOSTEK Medan Utara. Ia juga menambahkan bahwa penanaman manggrove membantu untuk menekan jumlah polusi yang ada.


“Dalam satu pohon manggrove, itu dapat menyerap 5 kg karbon bebas setiap harinya dan dapat menghidupi 4 ekor burung,bayangkan jika 150 bibit yang ditanam,” Ungkapnya


Ia juga mengapresiasi peran serta karyawan BPJAMSOSTEK Medan Utara yang terlibat langsung dalam penanaman manggrove yang langsung terjun ke lapangan tanpa ada rasa sungkan dan cepat beradaptasi dengan lingkungan yang ada.


“Biasa kita kalau 150 bibit ini ditanam kurang lebih sekitar 2 jam, namun karena antusiasme kawan-kawan BPJAMSOSTEK ini mampu diselesaikan hanya dalam waktu setengah jam saja, ini luar biasa,” Tutup Anton.(wol/rls/data2)