BPJAMSOSTEK Tambah Kapasitas Layanan Pengajuan Klaim JHT


Posted : 18-05-2020 12:57:02

Minggu, 17 Mei 2020 | 20:43 WIB


SEMARANG, suaramerdeka.com - BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat adanya peningkat kuota pendaftaran klaim Jaminan Hari Tua (JHT) secara daring (dalam jaringan) sebanyak dua kali lipat pada Mei 2020 ini. Hal ini terjadi  jelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini dan dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal sebagai dampak pandemi Covid-19.


Untuk itu BPJAMSOSTEK meningkatkan kapasitas layanan penyelesaian klaim JHT pada bulan ini ini menjadi 25.000 kasus. Hal ini dikatakan Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jateng dan DIY, Suwilwan Rachmat pada Minggu (17/5).


Dia juga mengungkapkan peningkatan kuota pendaftaran JHT itu dilihat dari perbandingan dengan kasus yang ada di April 2020. Bulan kemarin jumlah penyelesaian klaim JHT tercatat sebanyak 12.499 kasus.


''Untuk mengajukan klaim JHT di tengah pandemi Covid-19, BPJAMSOSTEK menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah. Selama pelaksanaan sosial dan physical distancing kami memberikan Layanan Tanpa Kontak Fisik yang kami sebut dengan Lapak Asik,'' jelas pria yang akrab disapa Willy ini.



Melalui Lapak Asik, peserta BPJAMSOSTEK dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui tautan http://antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id. Adapun mereka harus terlebih dulu menyiapkan segala berkas yang dibutuhkan, seperti kartu peserta BPJAMSOSTEK, KTP, Kartu Keluarga, Paklaring (surat pengalaman kerja), dan buku tabungan.


''Selain meningkatkan kapasitas, kami juga mengoptimalkan karyawan non-pelayanan untuk diperbantukan pada bidang pelayanan. Sehingga penyelesaian klaim JHT bisa lebih banyak yang diselesaikan. Kami juga menerima pengajuan klaim kolektif bagi pekerja yang ter-PHK massal melalui HRD perusahaan. Nanti kami yang akan jemput bola kepada HRD masing-masing perusahaan," papar Willy.


Penambahan kuota klaim itu dapat diakses peserta BPJAMSOSTEK Jateng dan DIY melalui 12 kantor cabang dan 23 kantor cabang perintis (KCP) yang ada di dua provinsi ini. Selain itu juga kantor cabang dan KCP yang ada di seluruh Indonesia. Hal ini juga berlaku pekerja di daerah lain  juga bisa mendaftar di kantor cabang yang ada di Jateng dan DIY.


Terkait pendaftaran, Willy mengimbau kepada masyarakat pekerja agar mendaftar sendiri dan tidak melalui pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Sebab sejauh ini banyak pekerja yang enggan mempelajari prosedur atau malu bertanya kepada pihak BPJAMSOSTEK. Padahal ada banyak kanal informasi yang disediakan untuk mengetahui langkah-langkah pengajuan klaim di antaranya melalui youtube bit.ly/LAPAKASIK.


''Proses klaim JHT tidak dipungut biaya sepeserpun. Jika memang harus mencairkan dana JHT, lakukanlah melalui kanal resmi dan pelajari prosedurnya. Jangan sampai dana JHT yang sudah ditabung selama bekerja malah dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan pribadinya,'' tegas Willy.


Di kesempatan yang sama peserta BPJAMSOSTEK Cabang Klaten, Hanimurti mengungkapkan telah mengajukan klaim secara daring melalui Lapak Asik setelah dirinya berhenti bekerja dari perbankan. Dia mengatakan pelayanan yang didapatkan mudah dan petugasnya sigap dalam konfirmasi maupun solusi.


Kepuasan juga diungkapkan peserta BPJAMSOSTEK Cabang Surakarta yakni Hartono. Adanya Lapak Asik ini memudahkan tenaga kerja dalam melakukan klaim JHT. ;;Saya tidak harus datang ke kantor, cukup petugasnya yang ramah menghubungi saya,'' katanya.