BPJAMSOSTEK 'All Out' Bantu Penanggulangan COVID-19


Posted : 18-05-2020 12:55:12

Oleh: Hikmat Raharjo Oetomo  Editor: Hikmat Raharjo Oetomo  10 Mei 2020

KBRN, Jakarta : BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) mengerahkan seluruh sumber daya untuk mendukung stakeholder dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19. 


Salah satunya melalui realisasi donasi perlindungan relawan medis dan non medis BNPB yang berada digarda terdepan dalam penanggulangan COVID-19.


Mewujudkan kepedulin tersebut, BPJAMSOSTEK secara seremonial menyerahkan donasi perlindungan dalam dua program, yaitu JKK dan JKM (Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian). 


Donasi perlindungan itu diserahkan kepada para relawan yang terdaftar di BNPB. Sebanyak 8.000 relawan yang terdaftar di BNPB akan mendapatkan perlindungan dalam dua program BPJAMSOSTEK sejak April 2020.


Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto mengatakan, pihaknya yaitu 6.100 karyawan dan semua jajaran Direksi dan Dewas telah memberikan sebagian penghasilan untuk donasi ini. 


"Kami memberikan donasi untuk perlindungan bagi para relawan sebanyak 8 ribu orang nantinya. Saat ini baru 1.625 yang datanya sudah kami terima dan telah terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK," ungkap Agus di Gedung Graha BNPB, Jumat (8/5/2020). 



Penyerahan Donasi oleh Dirut BPJAMSOSTEK Agus Susanto Kepada Kepala BNPB Doni Monardo. (foto:ist)

Agus mengungkapkan, BPJAMSOSTEK juga mengajak pihak lain untuk berpartisipasi dalam donasi untuk perlindungan relawan ini melalui program GN Lingkaran. 


Menurutnya beberapa pihak telah ambil bagian, seperti Bank Danamon yang akan ikut turut melindungi 10.000 relawan BNPB.


Tidak hanya itu, sejak COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi, BPJAMSOSTEK juga memberikan bantuan 128.000 masker kepada masyarakat dan para pekerja yang terdampak. 


"BPJAMSOSTEK juga telah menggeser anggaran operasional senilai Rp300 Miliar untuk memberikan dukungan dalam bentuk program vokasional bagi peserta ter-PHK, bantuan promotif dan preventif berupa 615 ribu masker, 123 ribu vitamin dan 6.400 APD (Alat Pelindung Diri) kepada peserta BPJAMSOSTEK. Makan siang gratis untuk pengemudi Ojol (Ojek Online) juga telah terselenggara di wilayah DKI Jakarta, yang bekerjasama dengan 150 Warteg (Warung Tegal) yang tersebar di DKI Jakarta," urai Agus Susanto. 


Perluasan cakupan JKK juga dirilis BPJAMSOSTEK, yaitu terkait Penyakit Akibat Kerja (PAK) bagi pekerja kesehatan ataupun relawan yang bertugas difasilitas kesehatan atau perawatan COVID-19. 


Kontribusi lain berupa pemberlakuan relaksasi iuran yang dilakukan untuk membantu pemberi kerja agar tidak melakukan PHK dan dapat membayarkan THR kepada peserta. 


Agus menjelaskan, peserta atau perusahaan mendapatkan pemotongan iuran program JKK dan JKM sampai dengan 90% atau hanya membayar 10%. Sementara Jaminan Pensiun (JP) diberikan penundaan pembayaran sebagian iuran yang dapat dicicil hingga 6 bulan ke depan.


"BPJAMSOSTEK akan terus berusaha menyalurkan bantuan sesuai dengan kemampuan dan tupoksi yang dimiliki, sebagai komitmen untuk mendukung pemerintah, para pekerja dan pengusaha di tengah pandemi COVID-19," ucapnya. 


"Semoga apa yang kami lakukan dapat membantu para stakeholder dan harapan saya, situasi ini dapat cepat diatasi dan kita lalui bersama untuk membangun dan memperkuat perekonomian nasional kembali," sambung Agus.



Dirut BPJAMSOSTEK Agus Susanto. (foto:ist)

Anggota Dewas BPJAMSOSTEK, Rekson Silaban pada kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya pada peringatan Hari Buruh (Mayday) 1 Mei yang lalu juga telah memberikan bantuan paket sembako senilai Rp2,25 Miliar dan APD. Ia berharap, para pekerja yang terdampak dapat bertahan melewati kondisi ini.


Sementara Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Lilik Kurniawan mengapresiasi langkah BPJAMSOSTEK dalam memberikan perlindungan kepada relawan. 


"Kepedulian BPJAMSOSTEK ini merupakan semangat dan tambahan imunitas bagi Gugus Tugas dan relawan. Dukungan ini membuat kita merasa menjadi satu keluarga besar Republik Indonesia dan bentuk bela negara yang nyata dari BPJAMSOSTEK," sebut Lilik.


Selain itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kanwil Bali, Nusa Tenggara dan Papua (Banuspa) juga telah memberikan bantuan 1.000 paket bahan pokok kepada para pekerja terdampak COVID-19 di Pulau Dewata yang dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).


"Ini bentuk kepedulian BPJAMSOSTEK untuk meringankan sebagian beban yang dialami pekerja yang mungkin dirumahkan akibat pandemi COVID-19, yang mungkin juga sudah di-PHK," kata Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Banuspa Deny Yusyulian saat menyerahkan 1.000 paket bahan pokok ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali di Denpasar, Jumat (8/5/2020).


Bantuan 1.000 paket bahan pokok tersebut akan dibagikan kepada para pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSPPAR), Federasi Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa, dan Asuransi (FSP NIBA), Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman (FSP RTMM), Federasi Serikat Pekerja Metal (FSPM) dan Federasi Serikat Pekerja (FSP).


"Kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali dalam pelaksanaan aktivitas kami untuk memberikan perlindungan seluruh serikat pekerja di wilayah ini dan kami telah komitmen bersama serikat pekerja untuk bersama-sama memajukan perekonomian yang ada di Bali terkait pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini," ucap Deny ditempat terpisah. 


"Dengan bantuan yang diserahkan tersebut, pihaknya berharap dapat meringankan terutama sektor pariwisata yang betul-betul terpukul akibat pandemi COVID-19," pungkas Deny Yusyulian.