Jamin Pekerja WFH, BPJAMSOSTEK Menara Ingatkan Perusahaan Tertib Administrasi


Posted : 24-03-2020 11:39:13

Jakarta, HanTer - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek memastikan bahwa perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) akan mencakup para pekerja di perusahaan yang memberlakukan penyesuaian sistem Work from Home (WFH), sebagaimana instruksi dari pemerintah guna menekan penyebaran virus corona jenis baru atau COVID-19.


“Terkait dengan tenaga kerja di perusahaan yang memberlakukan penyesuaian sistem Work from Home (WFH) tetap dapat perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dari BPJAMSOSTEK selama perusahaan tersebut tertib dalam administrasi”, kata Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Jakarta Menara Jamsostek, Hadi Purnomo, Senin (23/32020).


Tertib administrasi yang dimaksud adalah kepatuhan perusahaan atau pemberi kerja dalam mendaftarkan seluruh pekerjanya ke BPJAMSOSTEK, membayar iuran tepat waktu, serta patuh dan tertib dalam hal administrasi pelaporan tenaga kerja.


Dengan begitu, jelas Hadi, apabila terjadi risiko pekerjaan yang berpotensi muncul dikemudian hari setiap hak-hak pekerja dapat terjamin dan dicover oleh BPJAMSOSTEK. Setiap pekerja juga bisa melakukan pemantauan secara mandiri melalui aplikasi BPJSTKU yang dapat di download di smartphone pada aplikasi playstore.


Sebelumnya, Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto juga meningatkan agar para pekerja peserta BPJAMSOSTEK harus dipastikan telah terdaftar dalam program jaminan dari BPJAMSOSTEK.


Seperti diketahui, pekerja mulai terlindungi dalam program JKK setelah yang bersangkutan meninggalkan rumah di sepanjang perjalanan ke kantor, selama di lingkungan kantor atau aktifitas bekerja, hingga perjalanan pulang kembali ke rumah. Namun dengan adanya skema WFH ini, perlindungan JKK tetap akan diberlakukan kepada para pekerja yang bekerja dari rumah.


"Perlindungan kepada para pekerja yang berstatus WFH ini berlaku jika pada jam kerja yang telah ditentukan untuk bekerja di rumah terjadi sesuatu hal yang mengakibatkan cedera akibat ruda paksa dari aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaannya selama berada di rumah dan atau ada aktifitas lain yang berkenaan dengan perintah dari atasannya. Meski bekerja dari rumah, risiko pekerjaan tetap mengintai. Pekerja harus tetap merasa aman dan tenang dalam menjalankan tugas, dimanapun berada”, tegas Agus.