BPJAMSOSTEK Bidik Tambah 23,2 Juta Peserta


Posted : 03-02-2020 09:14:51

Ekonomi  bpjs ketenagakerjaan Media Indonesia • 03 Februari 2020 06:45   

Jakarta: BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK berhasil mencapai peningkatan 9,1 persen jumlah tenaga kerja yang bergabung dengan program yang dijalankan menjadi 55,2 juta pekerja pada tahun lalu.

 

Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto mengatakan bahwa sepanjang 2019 pihaknya berhasil mengakuisisi 23,6 juta peserta.

 

BPJAMSOSTEK juga mendorong kepesertaan pekerja bukan penerima upah (BPU) dan usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) melalui inisiatif Perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia). 


Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terhitung sejak 2017 sampai dengan akhir Desember 2019, Perisai telah berkontribusi positif terhadap kepesertaan sebesar 1,1 juta peserta dengan total iuran Rp159,2 miliar, yang dilakukan oleh 6.241 Perisai aktif yang tersebar di seluruh Indonesia," jelas Agus dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip dari Media Indonesia.

 

Selain fokus pada pekerja di dalam negeri, BPJAMSOSTEK juga memberikan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia (PMI). Perlindungan kepada para PMI ini dimulai sejak masa persiapan kerja, penempatan kerja, hingga kembali ke Tanah Air selepas kontrak kerja berakhir.

 

Terhitung Desember 2019, sebanyak 544,5 ribu PMI telah terlindungi oleh program BPJAMSOSTEK dengan nilai iuran mencapai Rp101,8 miliar.

 

Dari sisi penerimaan iuran, sepanjang 2019 BPJAMSOSTEK berhasil membukukan penambahan iuran sebesar Rp73,1 triliun. Iuran tersebut ditambah pengelolaan investasi yang berkontribusi pada peningkatan dana kelolaan mencapai Rp431,9 triliun pada akhir Desember 2019.

 

BPJAMSOSTEK juga mencatatkan hasil investasi sebesar Rp29,2 triliun, dengan yield on investment yang didapat sebesar 7,34 persen atau lebih tinggi daripada kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 1,7 persen.

 

Agus juga memastikan dana pekerja terjamin kemanannya dan dikelola dengan baik. Tahun ini BPJAMSOSTEK menargetkan tambahan sebanyak 23,2 juta peserta baru.

 

Adapun target penerimaan iuran sebesar Rp87,1 triliun dengan dana kelolaan pada akhir 2020 diharapkan dapat mencapai Rp543,6 triliun.