2019, BPJAMSOSTEK Catat Kinerja Positif


Posted : 03-02-2020 09:16:32

SURABAYA | duta.co – Di 2019, BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) mencatatkan kinerja positif. Baik dari penambahan jumlah peserta tenaga kerja maupun perusahaan.


Dari rilis yang diterima Duta, Minggu (2/2/2020), hingga akhir 2019, total 55,2 juta pekerja atau mencakup 60,7 persen dari seluruh pekerja Indonesia yang eligible tercatat sebagai peserta. Jumlah ini  mengalami pertumbuhan sebesar 9 persen dibandingkan 2018.


Sementara dari sisi penambahan perusahaan atau pemberi kerja, capaian yang diraih mencapai 681,4 ribu perusahaan atau tumbuh 21,6 persen year on year (yoy).


Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto, mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh pekerja.


Juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pekerja agar program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJAMSOSTEK ini bisa dirasakan oleh seluruh pekerja di Indonesia.



 

“Hasil ini kami raih bukan semata karena kerja keras insan BPJAMSOSTEK sendiri, tapi juga atas kerjasama yang baik antara semua pihak, yaitu pemerintah, stakeholder dan tentu saja pemberi kerja serta pekerja yang semakin menyadari pentingnya memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan,” tukas Agus.


Agus juga menjelaskan semakin menantangnya pencapaian kepesertaan, tidak menyurutkan semangat BPJAMSOSTEK untuk terus berusaha agar seluruh pekerja Indonesia terlindungi.


“Walaupun dinamika kepesertaan cukup tinggi, sepanjang tahun 2019, BPJamsostek berhasil mengakuisisi 23,6 juta peserta,” jelas Agus.


Kinerja positif ini dicapai dengan menggagas kegiatan dan kerjasama strategis, seperti yang dilakukan bersama pemerintah, baik daerah, provinsi hingga pusat. Kerjasama dimaksud antara lain penguatan regulasi pada level daerah hingga provinsi. Serta memastikan kepatuhan para pemberi kerja terhadap regulasi jaminan sosial ketenagakerjaan.


BPJAMSOSTEK juga mendorong kepesertaan pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) melalui inisiatif Perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia).


Sebuah inovasi perluasan kepesertaan dengan skema keagenan. Terhitung sejak 2017 sampai dengan akhir Desember 2019, PERISAI ini telah berkontribusi positif terhadap kepesertaan sebesar 1,1 juta peserta dengan total iuran Rp159,2 miliar yang dilakukan oleh 6.241 PERISAI aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.


Selain fokus pada pekerja di dalam negeri, BPJAMSOSTEK juga memberikan perlindungan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI). Perlindungan kepada para PMI ini dimulai sejak masa persiapan kerja, penempatan kerja, hingga kembali ke tanah air selepas kontrak kerja berakhir.


BPJAMSOSTEK terus berupaya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para PMI agar menyadari pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Terhitung Desember 2019, sebanyak 544,5 ribu PMI telah terlindungi  dengan nilai iuran mencapai Rp101,8 miliar. end