BPJAMSOSTEK Jawa Timur Bayar Klaim Rp3,166 Triliun


Posted : 29-01-2020 09:23:34

Ali Masduki


BPJAMSOSTEK Jawa Timur Bayar Klaim Rp3,166 Triliun

Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jatim, Dodo Suharto saat memberikan santunan. Foto/Ist.

SURABAYA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJAMSOSTEK) Jatim, sepanjang tahun 2019 telah membayarkan manfaat klaim untuk sebanyak 313.928 kasus.


Total nilai klaim yang telah dibayarkan sepanjang tahun 2019 tersebut, mencapai sebesar Rp3,166 triliun. Pembayaran manfaat tersebut diberikan kepada peserta baik perusahaan maupun tenaga kerja atau ahli waris peserta BPJAMSOSTEK, baik pekerja penerima upah (PU), bukan penerima upah (BPU), pekerja jasa konstruksi, serta Non Aparatur Sipil Negara.


Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jatim, Dodo Suharto mengungkapan, pencairan klaim tahun 2019 masih didominasi klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sebanyak 237.215 kasus, dan dana yang dicairkan sebesar Rp2,78 triliun.


Kemudian Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 30.825 kasus sebesar Rp228,7 miliar, Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 4.488 kasus sebesar Rp123,5 miliar, dan Jaminan Pensiun sebanyak 41.390 kasus sebesar Rp26,6 miliar.


"Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2018 yang tercatat sebanyak 260.144 kasus sebesar Rp2,56 triliun," katanya, Selasa (28/1/2020).


Ia mengatakan, akhir tahun 2019 terasa spesial bagi seluruh pekerja Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan hadiah berupa peningkatan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 82/2019 tentang perubahan atas PP No. 44/2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.


Program JKK BPJAMSOSTEK meliputi perlindungan risiko kecelakaan kerja bagi pekerja yang dimulai perjalanan berangkat, pulang dan di tempat kerja serta pada saat melaksanakan perjalanan dinas.


JKK selama ini telah hadir dengan manfaat lengkap, di antaranya perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai indikasi medis, bantuan biaya transportasi korban kecelakaan kerja, santuan sementara tidak mampu bekerja, santunan kematian sebesar 48x upah, santunan cacat total maksimal sebesar 56xupah, bantuan beasiswa hingga program Return To Work.


Tidak hanya program JKK, Program JKM juga mengalami peningkatan manfaat yang cukup signifikan. Selama ini manfaat program JKM yang diterima ahli waris terdiri dari santunan kematian yang diberikan secara sekaligus dan berkala selama 24 bulan, bantuan biaya pemakaman dan beasiswa untuk satu anak dengan total manfaat sebesar Rp 24 juta.


Namun, dengan disahkannya peraturan ini total manfaat santunan JKM meningkat sebesar 75% menjadi Rp42 juta. Hal ini tidak terlepas dari kepedulian pemerintah untuk membantu meringankan beban pekerja atau keluarganya yang ditinggalkan.


Selain manfaat di atas, program JKK dan JKM juga memberikan bantuan beasiswa yang mendapatkan kenaikan cukup signifikan dalam PP No. 82/2019. Sebelumnya, bantuan beasiswa diberikan sebesar Rp12 juta untuk satu anak, saat ini menjadi maksimal sebesar Rp174 juta untuk dua anak, sehingga kenaikan manfaat beasiswa BPJAMSOSTEK tersebut mencapai 1350%.


"Kami berterima kasih dengan diterbitkan PP No. 82/2019 peningkatan manfaat program JKK dan JKM. Karena hal ini akan sangat membantu meringankan beban pekerja dan keluarganya yang mengalami risiko kecelakaan kerja dan kematian, serta merupakan bukti nyata kehadiran negara untuk memberikan perlindungan bagi pekerja formal dan informal," pungkas Dodo.


(eyt)