Menaker Minta BPJS Ketenagakerjaan Hati-hati Kelola Dana Rp 418 T


Posted : 15-01-2020 11:18:07

BPJS Ketenagakerjaan atau Badan Penyelenggara (BP) Jamsostek diminta hati-hati dalam mengelola dana kelolaan yang diperoleh dari iuran tenaga kerja.


Hal itu disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah. Dia berharap, BPJS Ketenagakerjaan bisa memaksimalkan kinerjanya dengan dana kelolaan yang besar.

“BPJS Ketenagakerjaan sebagai badan penyelenggara yang mengelola program itu dananya cukup besar Rp 418,72 triliun. Tentu harus mempunyai kredibilitas yang baik agar dapat dipercaya dalam pengelolaannya,” kata Ida di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (14/1).


Sosialisasi Program JKK dan JKM


Suasana sosialisasi PP Nomor 82 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program JKK dan JKM oleh Menaker Ida Fauziah di Hotel Bidakara, Selasa (14/12). Foto: Moh Fajri/kumparan


Untuk itu, Ida mengatakan pengawasan yang dilakukan tidak boleh hanya dari internal saja, tetapi memaksimalkan dari eksternal. Hal tersebut perlu dilakukan agar kinerja BPJS Ketenagakerjaan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik.

“Pengawasan eksternal turut dilakukan oleh BPK dan KPK sehingga akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana BPJS Ketenagakerjaan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.


Lebih lanjut, dia meminta agar tak ada salah pengelolaan dana BPJS Ketenagakerjaan. Pun Ida memastikan pemerintah akan terus mengevaluasi kinerja BPJS Ketenagakerjaan.



“Sementara itu pemerintah selalu mengawasi dan mengevaluasi dalam mengelola pelaksanaan program jaminan sosial, termasuk pengembangan investasi yang dilakukan untuk peningkatan manfaat baik kepada peserta dan keluarganya,” tutur Ida.