BP Jamsostek Jamin Finansial Peserta dari Risiko Kecelakaan dan Kematian


Posted : 10-01-2020 10:18:22

Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Program Khusus BPJS Ketenagakerjaan Achmad Hafiz (kanan) memberikan cendera mata kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Selatan Hj Musiawati, pada acara Sarasehan Sosialisasi dan Diskusi Panel BPJS Ketenagakerjaan dengan Dinas Koperasi dan UKM Sumsel di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (9/1/2020).


PALEMBANG. PE Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) menggelar Sarasehan Sosialisasi dan Diskusi Panel BP Jamsostek dengan Dinas Koperasi dan UKM Sumsel di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (9/1/2020).

 

Kegiatan ini merupakan upaya BP Jamsostek untuk bersinergi dengan seluruh pemangku kebijakan di Sumsel, demi meningkatkan kesejahteraan pengusaha usaha kecil dan menengah (UKM).


“Yang hadir di sini tidak hanya Dinas Koperasi, tapi juga Dinas Tenaga Kerja, ada industrinya, OPD-nya,” kata Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Program Khusus BP Jamsostek Achmad Hafiz.


Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Selatan Hj Musiawati, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel Koimudin, Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Program Khusus BP Jamsostek Achmad Hafiz, Deputi Direktur Wilayah Sumatera Bagian Selatan BP Jamsostek Arif Budiarto, Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Hubungan Antar Lembaga Luhur Prajanto, OPD terkait, dan asosiasi pengusaha.


Dikatakan Achmad Hafiz, sektor UKM menjadi komponen yang diandalkan untuk menopang perekonomian nasional. Makanya BP Jamsostek memutuskan harus terlibat untuk suksesnya sektor ini.


“Sudah ratusan ribu pengusaha UKM yang daftar ke BP Jamsostek. Hanya saja ada masalah dalam hal kontinyuitas membayar iuran. Ini murni kesadaran pengusaha,” ucapnya.


Oleh karena itu, ia melanjutkan, BP Jamsostek mendorong seluruh komponen pemerintah di daerah untuk terlibat penuh dalam mengembangkan sektor UKM dan koperasi.


“Tidak sebatas mengucurkan kredit kepada UKM dan koperasi. Pengetahuan mereka juga harus ditambah,” tukasnya.


Tugas BP Jamsostek, ia melanjutkan, mengamankan penghasilan yang diterima UKM tidak turun saat bertemu risiko.”Kita yang punya andil di situ. Begitu juga pemerintah daerah dan perbankan. Ini yang diharapkan Presiden. Agar semua bersinergi, memastikan seluruh sektor di UKM naik kelas,” tukasnya.


Lebih lanjut ia mengatakan, BP Jamsostek memiliki dua produk untuk keselamatan kerja dan kematian. Dua risiko ini yang bisa menurunkan tingkat kemampuan finansial pengusaha UKM.


“Kita menjaga agar penghasilan yang diterima pengusaha UKM tidak turun saat mendapat risiko. Ada pembinaan dan pembiayaan,” tukasnya.


Untuk pembiayaan, ia mencontohkan kalau seorang pengusaha yang menjadi peserta BP Jamsostek kecelakaan. Maka selama dirawat di rumah sakit, seluruh biaya akan ditanggung BP Jamsostek.


“Selama dirawat kita berikan santunan sementara tidak mampu bekerja. Selagi dirawat kan tidak bisa cari uang,” ucapnya.


Adapun persyaratan untuk menjadi peserta BP Jamsostek, menurutnya sangatlah mudah. Bawa kartu identitas e-KTP saat mendaftar, lalu membayar iuran.


“Begitu ia bayar iuran, hari itu juga ia mendapat jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan,” tukasnya.


Disinggung target kepesertaan tahun ini, menurut dia, sebanyak 41 juta orang tenaga kerja secara nasional. Adapun pengusaha UKM yang tercover sebanyak 64 juta. CIT