3 Kategori Lomba BPJS Ketenagakerjaan Relay Marathon Sold Out, Masih Bisa Ikutan!


Posted : 29-11-2019 09:19:39

JAKARTA, iNews.id - Gelaran BPJS Ketenagakerjaan Relay Marathon sudah mendekati hari pelaksanaan dan ada 3 kategori yang dinyatakan sudah sold out dari lima kategori yang dibuka. Kategori tersebut adalah Family Run, 10K dan 21K.


Ketiga kategori tersebut sudah habis dalam waktu 1 minggu, sejak pendaftaran dibuka pada 16 November lalu. Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga Irvansyah Utoh Banja mengatakan, pihaknya masih membuka pendaftaran bagi 2 kategori lainnya.


“Ada 5 kategori yang kita buka dalam race kali ini, 3 di antaranya sudah sold out. Tapi tenang saja, masih ada 2 kategori lain, yaitu 42K relay marathon dan kategori spesial, wheelchair fun race dengan jarak 4,2K,” kata Utoh di Jakarta, Selasa (26/11/2019).


Gelaran serupa sebelumnya pernah diadakan BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2015 lalu, Kala itu, gelaran tersebut diadakan di 11 kota di Indonesia. “Tahun 2015 yang lalu, kami menyelenggarakan lomba lari sejauh 5K di 11 kota, dengan total pelari yang berpartisipasi sebanyak lebih dari 15 ribu pelari,” tuturnya.


Untuk lomba lari tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan mengangkat konsep relay marathon. Pada konsep tersebut 4 orang pelari harus menyelesaikan rute sejauh 42 kilometer yang dibagi kepada 4 pelari.


“Bahasa lebih lazimnya mungkin bisa dikatakan sebagai lomba lari estafet, karena pelari selanjutnya baru bisa melanjutkan lomba saat pelari sebelumnya berhasil menyelesaikan rute sekitar 10,5 kilometer,” ujar Utoh.


Dia menjelaskan bahwa ajang lomba lari relay marathon ini dapat dijadikan sebagai sarana untuk membangun teamwork bersama rekan kerja atau pun komunitas, dan adu kekompakan serta strategi untuk menaklukkan rute 42K.


“Ajang relay marathon ini juga digagas agar menjadi sarana adu strategi dan ketangkasan bagi tim pelari yang mewakili perusahaan, organisasi, hingga instansi pemerintah, yang merupakan stakeholder dari BPJS Ketenagakerjaan," ucapnya.


“Banyak dari pelari yang menanyakan terkait rute dan waktu pelaksanaan, karena tidak bisa dipungkiri juga bahwa jika pelaksanaan lomba pada pagi hari, pelari pada urutan terakhir bisa saja kebagian waktu lebih siang dengan risiko suhu udara yang lebih panas. Kami sudah berkoordinasi dengan Indonesia Muda Road Runner selaku Race Management kami agar kejadian ini dapat diantisipasi,” kata Utoh.


Dirinya menambahkan, untuk Gun Time sebisa mungkin akan dilakukan lebih awal, terutama untuk 42K relay. Oleh karena itu, peserta diharapkan sudah hadir di lokasi lebih awal. Secara resmi venue dibuka mulai pukul 04.00 pagi, dan fasilitas untuk sholat subuh bagi para pelari yang beragama muslim juga sudah disiapkan.


Untuk mengantisipasi suhu Jakarta yang panas, pihak panitia juga sudah menyiapkan hydration point atau water station setiap 2,5 kilometer.


“Selain itu petugas medis, dan marshall yang berjaga akan selalu waspada jika nantinya ada dari peserta lomba yang mengalami dehidrasi ataupun heat stroke. Kami juga mengimbau agar semua pelari berlari mengikuti pace sesuai dengan kemampuan masing-masing dan jangan terlalu memaksakan diri. Cut off time yang kami berikan dirasa cukup, yaitu 6 jam untuk relay marathon ini,” ujarnya.


Dirinya berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan dapat menjalin hubungan dan kolaborasi yang lebih baik lagi antara pekerja, pengusaha, pemangku kepentingan dan pemerintah dengan BPJS Ketenagakerjaan,


Terlebih dalam event ini diperkenalkan call name mereka, yaitu BPJAMSOSTEK dengan tujuan untuk mempermudah publik mengenali mereka sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan.


“Dan untuk menambah semarak kemeriahan kegiatan, terdapat deretan hiburan yang disiapkan penyelenggara, seperti Project Pop dan DJ Yasmin, sementara acaranya sendiri akan dipandu oleh Reza Candika dan Melanie Putria,” katanya.


“Jadi tunggu apa lagi, segera daftarkan diri anda dan tim di www.bpjamsostekrun.com. Semoga semua dapat menikmati semarak hari ulang tahun BPJS Ketenagakerjaan ini dengan baik dan mendapatkan pengalaman mengesankan bersama BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Utoh.


Editor : Haryo Jati Waseso