BPJS Ketenagakerjaan bidik kepesertaan pelaku UKM


Posted : 18-10-2019 09:13:28

Solo (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek Cabang Surakarta menyosialisasikan kepesertaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengingat masih rendahnya jumlah peserta dari kalangan ini.


"Sampai dengan saat ini di Kota Surakarta sudah ada sekitar 318 UMKM yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," kata Kepala Bidang Kepesertaan Program Khusus selaku Pejabat Pengganti Sementara (Pps) Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta Farah Diana di sela sosialisasi di Solo, Kamis.


Padahal, dikatakannya, menurut data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM di Kota Surakarta saat ini terdapat sekitar 3.700 pelaku UMKM.


Ia mengatakan para pelaku dan pekerja di kelompok UMKM dapat masuk sebagai peserta sektor penerima upah dan dilindungi program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).


Menurut dia, untuk mengikuti dua program tersebut, besaran iuran yang harus dibayarkan dengan perhitungan UMR tahun 2019 saat ini hanya Rp9.734/orang/bulan.


Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada para pelaku UMKM yang belum mendaftarkan diri dan pekerjanya untuk segera memberikan hak para pekerja dengan mendaftar ke BPJS Ketenagakerjaan.


"Ini penting untuk melindungi pekerja dan memberikan kenyamanan kepada mereka saat bekerja," katanya.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pemberdayaan Perlindungan dan Pengembangan UMKM dari Dinas Koperasi UKM Kota Surakarta Daryono mengatakan pentingnya perlindungan program BPJS Ketenagakerjaan bagi para pelaku dan pekerja di sektor UMKM.


"Di sini kami memberikan sosialisasi kepada 100 pelaku usaha UMKM di Kota Solo. Harapannya dalam waktu dekat bisa dilakukan sosialisasi serupa kepada pelaku UKM yang lain," katanya.


Pewarta: Aris Wasita

Editor: Mahmudah