BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang Gelar Sosialisasi PLKK untuk Puskesmas


Posted : 18-10-2019 09:10:27

indopos.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang menggelar Sosialiasi Teknis Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) pada Puskesmas Se-Kabupaten Bekasi. Kegiatan yang berlangsung di RS Hosana Medica Lippo Cikarang pada Kamis (17/10/2019) dihadiri oleh 92 peserta dari perwakilan 44 puskesmas se-kabupaten Bekasi.


Turut hadir dalam acara perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi serta Direktur RS Hosana Medica Lippo Cikarang Dr Erick. Kepala Bidang Pelayanan yang mewakili Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang Eneng Siti Hasanah, sosialisasi menerangkan tentang alur penanganan kecelakaan kerja di puskesmas. Dalam acara tersebut para peserta juga diberikan materi perihal Perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia).


Menurutnya, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka upaya meningkatkan pelayanan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan. Khususnya untuk program Kecelakaan Kerja serta optimalisasi akuisisi potensi kepesertaan tenaga kerja sektor formal dan informal. Pada akhir kegiatan juga dilakukan Hospital Tour di RS Hosana Medica Lippo Cikarang.


“Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah selain memberikan sosialisasi perihal alur pelayanan penanganan kecelakaan kerja di puskesmas, juga dalam rangka memperluas jaringan PLKK di Kabupaten Bekasi,” ungkapnya. Perluasan PLKK ini tentu saja untuk memberikan pelayanan kepada peserta yang mengalami risiko kecelakaan kerja. Sebaran peserta yang mengalami kecelakaan kerja tidak hanya terkonsentrasi di wilayah industri saja namun juga di plosok-plosok daerah.


”Dengan adanya PLKK yang tersebar di pelosok daerah diharapkan dapat meminimalisir angka kecacatan dan kematian pada kasus kecelakaan kerja,” tuturnya. Dikatakan, selain semakin luasnya cakupan jaminan terhadap korban kecelakaan kerja, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan fasilitas PLKK.


Peserta yang mengalami kecelakaan kerja akan mendapatkan perawatan di rumah sakit yang beker jasama tanpa batasan plafon (unlimited) sesuai indikasi medis. Peserta juga berhak mendapatkan manfaat berupa santunan uang tunai apabila mengalami cacat total tetap atau meninggal dunia. ”Peserta BPJS Ketenagakerjaan juga tak perlu khawatir, karena selama tidak bekerja, peserta mendapat manfaat yakni Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB),” ungkapnya.


BPJS Ketenagakerjaan memberikan uang pengganti upah kepada peserta melalui perusahaan hingga mampu kembali bekerja yang disertai surat keterangan dokter. Manfaat yang diberikan sebesar 100 persen untuk maksimal enam bulan pertama,  75 persen untuk enam bulan kedua, dan 50 persen untuk bulan berikutnya hingga peserta kembali bekerja atau meninggal atau cacat total sesuai keterangan dokter.


Di samping itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki program JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) return to work yang diberikan bagi peserta yang menyandang disabilitas akibat kecelakaan kerja agar sedini mungkin dapat kembali bekerja. Manfaat return to work meliputi rehabilitasi psikologi dan sosial, pelatihan kerja, penilaian lingkungan dan penempatan peserta kerja kembali.


Editor: Dani Tri Wahyudi