Tekan Angka Kecelakaan, BPJS Ketenagakerjaan Bagikan Helm


Posted : 10-09-2019 10:03:11

Bekasi, Beritasatu.com - ‎Maraknya kasus kecelakaan lalu lintas yang menimpa para peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, membuat ‎badan jaminan ini melakukan terobosan baru dengan peluncuran program "Promotif Preventif BPJS Ketenagakerjaan 2019". BPJS Ketenagakerjaan memberikan alat pelindung diri (APD) berupa helm kepada para peserta.


Berdasarkan data, ‎selama periode 2018 terdapat 147.000 kasus kecelakaan lalu lintas yang menimpa peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dari 147.000 kasus itu, sebanyak 4.678 atau 3,18 persen di antaranya mengalami cacat dan 2.575 atau 1,75 persen lainnya meninggal dunia.


"Dengan begitu, dalam satu hari ada sekitar 12 orang peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecacatan dan 7 orang peserta meninggal dunia,"‎ ujar Asisten Deputi Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Anang Rafidi‎, saat meluncurkan program "Promotif Preventif BPJS Ketenagakerjaan" di kantor Pemerintah Kota Bekasi, Senin (9/9/2019).


‎Dia mengatakan, tujuan peluncuran program tersebut untuk meminimalisasi adanya korban kecelakaan peserta BPJS ketenagakerjaan.


Secara serentak, BPJS Ketenagakerjaan memberikan 5.500 helm di Indonesia kepada para peserta BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia. Khusus peserta yang ada di wilayah Kota Bekasi, BPJS Ketenagakerjaan membagikan sebanyak 200 helm kepada peserta yang berasal dari 13 perusahaan.


"Kota Bekasi diberikan sebanyak 200 helm, Cikarang 150 helm dan Karawang mendapat 150 helm untuk Kabupaten Karawang," katanya.


Program Promotif Preventif BPJS Ketenagakerjaan, kata dia, merupakan program lanjutan setelah sebelumnya melalui kegiatan seminar publik yang diikuti oleh perusahaan dan serikat buruh.


"Kali ini, kita melakukan kegiatan bentuk nyata guna menekan semaksimal mungkin angka kecelakaan kerja. Menurut data kami, kecelakaan kerja di luar tempat kerja atau jalan raya menempati peringkat tertinggi kedua setelah di dalam lokasi kerja atau 24 persen. Sementara jumlah kematian yang terjadi akibat kecelakaan ini mencapai angka 57 persen," bebernya.


Menurutnya, hal ini berdampak besar bagi pekerja, keluarga, dan perusahaan itu sendiri. Dan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen BPJS Ketenagakerjaan yang diamanahkan dalam PP Nomor 44 Tahun 2015 dan Permenaker Nomor 10 Tahun 2016, pihaknya ingin berperan dalam menurunkan angka kecelakaan kerja melalui kegiatan Promotif Preventif ini.


"Selain itu kegiatan ini juga sebagai implementasi Vision Zero yang di-endorse oleh ISSA sebagai transformational approach untuk pencegahan yang mengintegrasikan safety, health, dan well-being," ujarnya.


Program helmisasi, edukasi safety riding dan penyebaran poster promosi keselamatan kerja ini akan disebar keseluruh perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan.


Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengapresiasi program yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, program promotif preventif bagi pekerja dapat terus diperbarui.


"Harus ada inovasi dan terobosan agar dapat meminimalisasi angka kecelakaan. Apalagi, Bekasi-Karawang mempunyai banyak kawasan industri di mana terdapat jutaan pekerja," kata Rahmat.


Ia mengatakan keselamatan pekerja lebih penting agar perusahaan dapat berjalan dengan lancar dalam segi produksi. "Perusahaan kan setiap hari produksi barang, nah untuk kesehatan dan keselamatan adalah hal utama agar lebih kondusif," imbuhnya.


Sumber: Suara Pembaruan