Pengemudi Jak Lingko Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan


Posted : 09-09-2019 17:22:07


indopos.co.id – Sistem integrasi transportasi publik di Jakarta, Jak Lingko rupanya tidak hanya menguntungkan penumpang karena hematnya tarif  yang diberlakukan. Jak Lingko ternyata menyejahterakan paramudi atau pengemudinya, karena otomatis terdaftar kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.


”Kontrak Jak Lingko mengatur seluruh pengemudi wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Seperti KWK sudah mendaftarkan pengemudi utama dan pengemudi cadangan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono, di Kantor PT Transjakarta, Jakarta Timur, Jumat (6/9/2019). Agung mengungkapkan hal tersebut di sela-sela acara penyerahan santunan dan Jaminan Kematiah (JKM) kepada dua ahli waris dua pengemudi KWK yang meninggal dunia biasa.


Agung mengapresiasai pihak KWK yang bergabung dengan program Jak Lingko sehingga menjadi inspirator untuk penyelenggara transportasi umum lain. Dikatakan, program Jak lingko mengitegrasikan semua angkutan umum di DKI, mulai MRT, LRT, Transjakarta, sampai yang dulu namanya angkot.


Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun, Deny Yusyulian mengungkap 1.417 pengemudi terdaftar program BPJS Ketenagakerjaan. ”Perlindungan ini bisa dilakukan berkat program Jak Lingko hasil kolaborasi dengan Transjakarta, KWK, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Selama ini kami mengedukasi para driver tapi belum berhasil dalam keberlanjutan iurannya. Berkat kolaborasi ini kami bisa memberikan layanan yang jauh lebih baik lagi dengan perlindungan yang lebih berkelanjutan sehinggat tagline Pak Gubernur Anies Baswedan pasti akan terjadi, yaitu maju kotanya, bahagia warganya,” ungkap Deny.


Dikatakan program BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan risiko ativitas kerja. Deny mencontohkan, jika terjadi kecelakaan kerja peserta diberikan pemulihan tanpa batas biaya dan tanpa batas waktu pemulihan. ”Kami pernah men-cover biaya perawatan paramudi yang kecelakaan sampai Rp 300 juta. Nah bayangkan bagaimana kalau paramudi ini tidak dilindungi program BPJS Ketenagakerjaan akan betapa repotnya keluarga pengemudi untuk mengusahakan biaya rumah sakit sebanyak itu,” ujar Deny.


Begitu pula bagi peserta yang meninggal akibat kecelakaan kerja ahli warisnya mendapatkan santunan normatif 48 kali upah terakhir yang didaftar. ”Jika meninggal biasa ahli waris mendapatkan Rp 24 juta seperi ahli waris paramudi KWK yang meninggal ini,” tandasnya.


Menurut Deny, sekarang yang menjadi tantangan adalah bagaimana caranya mengajak pengelola transportasi umum lain di Jakarta yang belum masuk ke program Jak Lingko supaya masuk. Sementara itu Ketua Umum KWK Taufik Azhar mengatakan, sebagaian trayek KWK tergabung program Jak Lingko sehingga pengemudinya terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan. ”Yang lainnya sedang dalam proses. Begitu bergabung Jak Lingko pengemudi sudah otomatis terdaftar BPJS Ketenagakerjaan karena diatur dengan sistem online,” paparnya.


Menurut Taufik yang juga anggota DPRD DKI itu, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan paramudi menjadi salah satu item dari  Standar Pelayanan Minimum yang wajib dipenuhi dalam program Jak Lingko.


Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo menegaskan pihaknya akan memastikan dalam setiap kilometer pengemudi Jak Lingko terlindungi oleh program BPJS Ketenagakerjaan. ”Transjakarta bisa pastikan hal itu dengan kontraknya kepada operator dan yang paling penting operator wajib membayarkan iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan paramudi,” paparnya.


Syafrin mengatakan, KWK menjadi pelopor dalam program terintegrasi ini. ”Sejauh ini belum ada laporan iuran BPJS Ketenagakerjaan yang tidak dibayarkan oleh KWK,” cetusnya.(dni)