Manajemen PT MSM Serahkan Santunan Kecelakaan Kerja


Posted : 13-08-2019 09:30:01

Manajemen PT Muria Sumba Manis (MSM) menyerahkan santunan kecelakaan kerja kepada Dembi Tamar yang mengalami kecelakaan kerja pada tahun 2016 lalu saat beristirahat di bayangan truk yang kemudian berjalan secara tidak sengaja. Pemberian santunan kecelakaan kerja ini dihitung mengikuti rumusan BPJS Ketenagakerjaan, sesuai dengan prosentasi kecacatan yang dikeluarkan oleh dokter dari RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Nusa Tenggara Timur.


Penyerahan santunan ini dilakukan oleh managemen PT MSM di ruang kerja Bupati Sumba Timur, Senin (12/8). PT. MSM , sehingga penyerahannya dari managemen PT MSM kepada Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora, selanjutnya bupati dua periode ini melanjutkannya kepada Dembi Tamar yang pada kesempatan tersebut didampingi suaminya, Retang Humba.

Kepada wartawan usai penyerahan santunan, Human Resources Operation Junior Manager, PT MSM, Amran Akhmad menjelaskan, pemberian santunan kecelakaan kerja ini merupakan bagian dari tanggung jawab managemen perusahaan terhadap karyawan yang mengalami kecelakaan kerja pada saat bekerja. Karena itu, semua ini sudah diperhitungkan mengikuti rumusan BPJS Ketenagakerjaan, dan tingkat kecacatan yang dialami Dembi Tamar dalam kecelakaan kerja tersebut.


“Sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Dembi Tamar ini mengalami kecacatan 70 persen, sehingga kita hitung semuanya sesuai dengan regulasi yang mengatur tentang ketenagakerjaan dan perlindungan pada BPJS Ketenagakerjaan, makanya dapat angka tersebut, walaupun proses pendaftaran tenaga kerja kita saat itu belum rampung, karena banyaknya karyawan dan kartu BPJS Ketenagakerjaan nya belum aktif,” jelasnya.


Mengenai langkah-langkah perbaikan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja berikutnya, Amran menjelaskan, saat ini semua karyawan yang bekerja di PT MSM sudah memegang kartu BPJS Ketenagakerjaan yang aktif, sehingga jika terjadi kecelakaan kerja semuanya akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan.


“Semuanya sudah terbit kartunya, dan kita harapkan kecelakaan kerja yang dialami Dembi Tamar ini adalah yang pertama sekaligus yang terakhir, sehingga tidak terjadi lagi di kemudian hari. Berbagai perubahan sudah kita lakukan di lapangan untuk mengantisipasinya,” tandasnya.


Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora mengapresiasi manajemen PT MSM yang sudah memperhatikan dan merawat korban sehingga bisa mengalami penyembuhan dan dalam masa pemulihan saat ini, termasuk dengan memberikan santunan kecelakaan kerja kepada Dembi Tamar.


Namun, Gidion juga mengingatkan kepada managemen PT MSM dan juga semua perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja di Sumba Timur, untuk tetap memperhatikan semua ketentuan aturan ketenagakerjaan yang berlaku, sehingga dilaksanakan dengan baik dan patuh.

“Aturan-aturan yang ada jangan dijadikan sebagai pilihan untuk kemudian mengabaikannya. Tolong diperhatikan juga perbaikan-perbaikan di lokasi kerja, sehingga tidak lagi terjadi kejadian seperti ini. Tidak hanya di PT MSM, tetapi semua perusahaan yang ada di Sumba Timur dan mempekerjakan tenaga kerja di Sumba Timur harus memperhatikannya,” tegasnya.


Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Kadistransnaker), Kabupaten Sumba Timur, Umbu Hapu Mbeju, pada kesempatan tersebut menjelaskan, Dembi Tamar adalah korban kecelakaan di perkebunan tebu yang dikelola PT MSM tahun 2016 lalu. Namun baru mendapatkan pertolongan medis di pertengahan tahun 2018 lalu, karena pasca kecelakaan korban dan keluarga tidak menyetujui agar korban dibawa ke layanan kesehatan, karena takut kakinya diamputasi, sehingga memilih untuk melakukan pola pengobatan tradisional.


“Kita apresiasi langkah managemen PT MSM yang mau menanggung semua biaya perawatan Dembi Tamar ini, karena walau sesuai aturan harus ada pembagian pentanggungan biaya perawatan antara perusahaan dan tenaga kerja. Namun ini semuanya dilakukan oleh perusahaan dan informasi yangbkami dapatkan besaran uang yang dikeluarkan untuk perawatan korban ini, sudah mencapai Rp 300 juta lebih,” urainya.


Sebagai dinas teknis, Umbu Hapu Mbeju juga menegaskan akan terus mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi dan mempekerjakan tenaga kerja di Sumba Timur untuk mendaftarkan perusahaan maupun tenaga kerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, karena semua tenaga kerja beresiko mengalami kecelakaan kerja seperti yang dialami Dembi Tamar.


“Saya selalu sampaikan kepada para pengusaha untuk daftarkan tenaga kerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karena sejak hari pertama tenaga kerja itu mulai bekerja, hari itu juga yang bersangkutan memiliki resiko kecelakaan kerja. Jadi saya selalu sampaikan, pemberi kerja harus melihat pekerja sebagai anaknya sendiri, sehingga diberikan perlindungan yang maksimal,” tandasnya.(bev/ol)