BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Penyakit Akibat Kerja


Posted : 12-08-2019 17:12:17

SEGALA jenis pekerjaan tentunya banyak sedikit memiliki risiko. Hal itu, yang mungkin terjadi dalam hubungan kerja dengan perusahaan dan apabila telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sudah barng tentu akan dijamin risikonya. Melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), seperti berupa uang tunai atau bantuan pelayanan kesehatan apabila pekerja tersebut mengalami kecelakaan kerja hingga peserta menderita penyakit akibat lingkungan kerjanya. 


Hal tersebut, tak usah khawatir seluruh biayanya akan ditanggung oleh pemberi kerja. Besarannya pun tergantung pada tingkat risiko dari pekerjaannya, sejumlah 0,24% - 1,74% dari upah sesuai dengan kelompok jenis usahanya.


Menurut Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Suci, Suhedi, akumulasi dari nilai iuran BPJS Ketenagakerjaan yang dibayarkan oleh pemberi kerja akan sangat bermanfaat bagi peserta. Tentunya, bagi mereka yang mengalami kecelakaan disaat bekerja, yang seluruh biaya pemulihannya akan dijamin sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan hingga tanpa batasan waktu. 


“Program JKK ini, juga memberikan santunan upah yang besarannya telah diatur. Hal tersebut, diperuntukan bagi peserta yang mengalami ketidakmampuan bekerja selamanya, atau hanya sementara hingga dinyatakan sembuh oleh pihak dokter,” katanya.


Manfaat yang akan diterimanya pun, katanya, oleh peserta yang mengikuti program JKK ini, tak selalu berbentuk materi. Seperti Program Kembali Bekerja, yang memberikan bantuan pendampingan dan pelatihan bagi peserta yang mengalami kecacatan mulai dari terjadinya kecelakaan hingga pemberian kepastian bagi peserta agar tetap dapat bekerja kembali di perusahaan.


“Tentunya yang semula khawatir, akan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK),. Kini dengan jaminan tersebut, peserta menjadi lebih tenang dan nyaman saat kembali bekerja dan ada kepastian untuk meneruskan kehidupannya ditengah keluarganya,” papar Suhedi.


Manfaat dari JKK lainnya, lanjut Suhedi, yakni pemberian santunan kematian sebesar 48 kali gaji yang akan diserahkan pada ahli warisnya. Tentunya, juga bantuan biaya pemakaman sebesar 3 juta rupiah dan pemberian beasiswa pendidikan bagi anak dari peserta yang mengalami cacat total atau meninggal dunia sebesar 12 juta rupiah untuk tiap peserta.


“Tentunya bentuk kecelakaan kerja yang ditanggung BPJS Ketenagakerjaan tak hanya kecelakaan saat bekerja, tetapi juga kecelakaan saat menuju atau pulang dari tempatnya bekerja. Tetapi, harus dilaporkan sebelum mencapai dua tahun semenjak kecelakaan tersebut terjadi,” pungkasnya. (Krisbianto).


Editor: Dadang Setiawan