BPJS Ketenagakerjaan Permudah Pendaftaran dan Pembayaran


Posted : 12-08-2019 17:03:14

SUBANG-BPJS Ketenagakerjaan Cabang Subang melakukan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, dalam rangka Pencanangan Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan di Desa Wantilan, Jumat (9/8) di Aula Desa Wantilan.


Sosialisasi ini diikuti oleh ratusan masyarakat termasuk aparatur Desa BUMDes, BPD, LPM, karang taruna, para kader, pedagang, tukang ojek, petani hingga marbot masjid. Mereka antusias mengikuti sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan.


Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Subang, Rachmat Djati D mengatakan, ada dua segment yang ditawarkan yaitu tenaga kerja penerima upah (PU) dengan iuran sebesar Rp16.200 dan bukan penerima upah (BPU) Rp16.800 per bulan.


“Dengan program yang diikuti yaitu Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Akan tetapi bagi mereka yang ingin ikut Program Jaminan Hari Tua BPJS Ketenegakerjaan akan menerimanya dengan senang hati,” ungkap Rachmat.


Dia mengatakan, perangkat desa di wilayah Subang ada yang mengalami musibah kecelakaan di jalan raya pada saat akan mengurus keperluan warganya. Perangkat desa tersebut meningal dunia. Menurutnya, jika perangkat desa tersebut sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka BPJS Ketenagakerjaan akan membayarkan santunan untuk ahli waris sebesar 48 kali gaji yang dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan.


“Hal tersebut akan meringankan beban finansial keluarga korban akibat kecelakaan kerja. Dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan ahli waris seperti membuka usaha warung atau yang lainnya untuk melanjutkan kehidupan berikutnya karena si pencari nafkahnya meninggal dunia,” jelasnya.


Mereka yang bisa ikut program BPJS Ketengakerjaan antara lain perangkat desa, BPD, Bumdes, LPM, karang taruna, kader-kader desa, nelayan, pedagang, petani, tukang ojek, marbot masjid, dan masyarakat yang mempunyai aktivitas usaha.

“Kepala Desa Wantilan Kecamatan Cipeundeuy Subang telah mendaftarkan seluruh perangkat desanya pada program BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.


BACA JUGA:  JNE Pertahankan Kualitas Pelayanan Prima

Dia mengatakan, kepala Desa Wantilan adalah seorang pemimpin yang taat dan patuh pada aturan. Sebelum mengajak warganya untuk mendaftarkan pada program BPJS Ketenagakerjaan beliau telah mendaftarkan terlebih dahulu dirinya dan seluruh perangkat desa sampai lapisan terdalam yaitu RW RT. Menurutnya, ini merupakan contoh yang baik, untuk desa-desa lainnya,

“Ibarat kata dalam sholat, apabila Imamnya sujud maka makmum pun akan mengikutinya sujud,” katanya.


Dia mengatakan, untuk memudahkan pendaftaran dan pembayaran BPJS Ketenagakerjaan akan bekerjasama dengan perangkat desa, BUMDes Karang Taruna sebagai Mitra BPJS Ketenagakerjaan yang disebut Perisai. Sehingga masyarakat bisa dengan mudah untuk melakukan pendaftaran, pembayaran iuran dan pengajuan pelayanan klaim melalui Mitra BPJS Ketenagakerjaan.


“Sehingga program BPJS Ketenagakerjaan bisa dengan cepat dirasakan oleh masyarakat secara merata sesuai butir ke 5 dalam Pancasila yakni Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” paparnya.


Rachmat menuturkan, sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka Pencanangan Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan tengah gencar dilakukan. Dia optimis desa-desa di Kabupaten Subang menjadi Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan.


Program BPJS Ketenagakerjaan adalah program pemerintah Indonesia. Jadi semua pemangku kepentingan harus mendukung dan merealisasikanya. Ini sebagai upaya bahwa negara hadir di tengah masyarakat dalam mengentaskan dan meminimalisir tingkat kemiskinan, dengan mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.(adv/ysp)