Pekerja Perkebunan di Pangkalpinang Tidak Didaftarkan ke BPJS


Posted : 11-03-2019 16:58:14

PANGKALPINANG – Banyak perusahaan pertanian dan perkebunan di Bangka Belitung tidak mendaftarkan pekerjanya ke program BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami meminta pemerintah untuk mengawal dan menindak perusahaan-perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerjanya mengikuti program BPJS ini,” kata Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) Pertanian dan Perkebunan, Almansyur, Minggu (10/3/2019).

Dari penelusurannya, masih banyak perusahaan perkebunan yang membandel, dan tidak mendaftarkan pekerjanya kedalam program BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut tentu saja merugikan dan membenani para pekerja.

Evaluasi yang dilakukan menyebut, bila memiliki pekerja hingga 500 orang. Maka yang didaftarkan ke BPJS hanya 300 orang. Selebihnya tidak terdaftar dalam program jaminan sosial tersebut. “Seluruh pekerja ini bisa dan wajib ikut BPJS, terutama program kematian, kecelakaan kerja, jaminan pensiun dan hari tua,” tegasnya.

Khusus untuk para pekerja, dimintanya, untuk menanyakan langsung status kepesertaanya kepada perusahaan dan Kantor BPJS. “Kawan-kawan pekerja jika ada masalah datangi BPJS dan tanyakan apa sebab tidak menjadi anggota program jaminan sosial tersebut, dan kenapa tidak memengang kartu anggota BPJS tersebut,” tandasnya.

Menurutnya, biaya jaminan kematian dan kecelakaan tersebut tidak dipungut atau dipotong dari gaji para pekerja. “Saya minta pekerja melapor ke Kantor BPJS jika perusahaan memotong gaji pekerja dipotong untuk dua program jaminan kematian dan kecelakaan kerja,” pungkasnya. (Ant)