Komunitas Sopir Angkot Dapat Perlindungan BPJS KetenagakerjaanNasional


Posted : 11-03-2019 15:49:46

POJOKSATU.id, Bandung – Kalangan sopir angkot yang tergabung dalam Komunitas ZEDAP Fans Club kini sudah terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan.

Seperti diketahui, BPJS Ketenagakerjaan Bogor Kota meningkatan kepesertaan di sektor Bukan Penerima Upah (BPU), salah satunya menyosialisasikan pada komunitas sopir angkot ZEDAP Fans Club.

Kepala Bidang Kepesertaan Program Khusus BPJS Ketenagakerjaan Bogor Kota, Novri bersama timnya pada Minggu (24/02/2019) melakukan sosialisasi dan pendaftaran kepesertaan yang bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Komunitas ZEDAP Fans Club yang ke-27 di Muara Lambau Ciapus Bogor.

Dalam hal ini Ketua Umum Komunitas ZEDAP Fans Club, Hj. Ade Karnita dalam sambutannya menyampaikan pentingnya program BPJS Ketenagakerjaan untuk dapat melindungi para supir angkot dalam hal Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Sementara itu, Ketua Umum ZEDAP telah berkomitmen untuk mendaftarkan semua anggotanya yang berjumlah kurang lebih 1500 orang di seluruh Jawa Barat.

Dia juga secara tegas mengatakan, bagi anggotanya yang tidak ikut program BPJS Ketenagakerjaan akan dikeluarkan dari keanggotaan ZEDAP Fans Club. Apabila para sopir angkot tersebut sudah menjadi peserta, maka hak yang akan diperoleh adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Kepala BPJS Ketanagakerjaan Bogor Kota, Chairul Arianto dalam kesempatan berdeda mengatakan, apabila seorang sopir mengalami kecelakaan kerja, maka BPJS Ketenagakerjaan akan menanggung semua biaya pengobatan sesuai kebutuhan medis, dan dirawat di Rumah Sakit Pemerintah Kelas 1.

Apabila peserta meninggal dunia akibat kecelakaan kerja akan mendapat santunan sebesar 48 kali dari penghasilan bagi para sopir yang meninggal dunia. Adapun santunan meninggal dunia yang bukan karena kecelakaan kerja sebesar Rp24 juta.

“Tapi intinya kami tidak ingin para sopir ini mengalami kecelakaan atau meninggal. Jika risiko itu terjadi pada peserta maka BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan haknya sebagaimana yang diatur dalam PP. Nomor 44 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian,” ujar Chairul Arianto.


(*/dia/pojoksatu)