Anggota PWI Palas Daftar BPJS Ketenagakerjaan


Posted : 11-03-2019 15:47:00

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Perintis Kabupaten Palas, Marinho Felly Latuperissa, menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada Pengurus PWI Perwakilan Kabupaten Palas. (maulana syafii)


MedanBisnisdaily.com-Palas. Sebanyak 11 orang pekerja pers yang menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatra utara, mendaftarkan diri ikut program kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perintis Palas.

"Perlindungan jiwa melalui jaminan keselamatan kerja sangat diperlukan bagi siapa saja, termasuk juga jurnalis. Sebab, tidak jarang pekerjaan wartawan harus berhadapan dengan tantangan di lapangan," kata Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Perintis Kabupaten Palas, Marinho Felly Latuperissa, saat bersosialisasi tentang jaminan sosial ketenagakerjaan, sekaligus penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada 11 anggota PWI Palas di Kantor PWI Perwakilan Palas, Jumat (08/03/2019) .

Profesi wartawan, ujarnya, merupakan profesi mulia, penuh risiko dengan tingkat mobilitas kerja yang tinggi setiap saat dan di mana pun. Kalau tidak ada perlindungan jiwa melalui jaminan sosial, tentunya akan membuat para jurnalis kurang tenang saat melakukan peliputan di lapangan. Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, para jurnalis bisa lebih tenang dan tidak lagi khawatir.

Marinho mengucapkan terima kasih atas kerja sama dengan PWI sekaligus ikut sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. "Mudah-mudahan sinergi dan kerja sama ini ke depan semakin baik," harap pria yang akrap dipanggil Neno itu.

Sementara itu, Ketua PWI Palas, H Idaham Butarbutar, mengatakan, dengan ikutnya wartawan yang berhimpun di PWI menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, diharapkan wartawan yang sehari-harinya menjalankan tugas jurnalistik bisa lebih semangat dan terbantu.

“Jadi apabila wartawan tidak memiliki asuransi jiwa, maka yang menanggung kerugian adalah dirinya sendiri. Karena, tidak ada jaminan sosial yang melindunginya,” katanya. Dia pun berharap, dengan adanya jaminan sosial, para jurnalis akan makin produktif dan efektif dalam bekerja.

Reporter
MAULANA SYAFII
Editor
UMRY EFFENDY