HUT ke-41 BPJS Ketenagakerjaan di Dumai, Peserta Diberi Souvenir dan Makan Bakso


Posted : 06-12-2018 09:44:50

HUT ke-41 BPJS Ketenagakerjaan di Dumai, Peserta Diberi Souvenir dan Makan Bakso
Kabid Umum BPJS Ketenagakerjaan Dumai M.Fauzi menyerahkan souvenir kepada salah seorang peserta di sela-sela peringatan HUT BPJS Ketenagakerjaan ke- 41 di Dumai. (KRN.07)



KORANRIAU.NET, DUMAI – Pemandangan berbeda terlihat di kantor BPJS Ketenagakerjaan Jalan Jenderal Sudirman Rabu (5/12/18).

Kantor tersebut nampak didekorasi sedemikian rupa. Pintu depan nampak diberi perhiasan dari balon yang tersusun rapi. Begitu juga di ruangan pelayanan diberi hiasan apik. Di dinding tertempel tulisan berwarna emas, “HUT KE 41”

Ternyata Rabu (5/12/18), merupakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) BPJS Ketenagakerjaan ke- 41. Berbagai kegiatan dilaksanakan sempena hari bersejarah tersebut.

Selain melaksanakan upacara dengan melibatkan pegawai dan karyawan dan acara potong tumpeng, BPJS Ketenagakerjaan kota Dumai juga memberikan service kepada masyarakat peserta.

Khusus kepada peserta yang hadir di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jalan Jenderal Sudirman Dumai Rabu (5/12/18), mereka disuguhi makan bakso, kue basah bahkan dibagikan souvenir berupa gelas, pena serta snack anak-anak

Kepala Cabang (Kacab) BPJS Ketenagakerjaan Kota Dumai Muhammad Riadh melalui Kabid Umum BPJS Ketenagakerjaan Dumai M. Fauzi menjelaskan, peringatan HUT ke 41 BPJS Ketenagakerjaan dilaksanakan secara sederhana namun hikmat.

“Selesai upacara tadi pagi, kita laksanakan pemotongan tumpeng. Setelah itu masyarakat yang hadir di kantor ini kita sediakan bakso dan kue untuk dimakan juga minuman. Souvenir dan snack anak juga kami bagikan,” jelas Fauzi kepada KORANRIAU.NET di ruang kerjanya.

Kacab BPJS Ketenagakerjaan Dumai M.Riadh dan Kabid Pemasaran Arrahman Yunianto beserta sejumlah staf tak hadir dalam acara tersebut karena mengikuti kegiatan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Sementara Direktur Utama BPjS Ketenagakerjaan Agus Susanto dalam sambutannya yang dibacakan Fauzi pada upacara menyebutkan, 41 tahun merupakan usia yang sudah cukup matang untuk terus berkembang dan melakukan berbagai inovasi untuk memberikan perlindungan bagi seluruh pekerja, yang tak jarang memberikan efek pressure yang begitu kuat.

“Namun semua itu bisa kita lewati karena kekompakan, semangat, optimisme, kerja keras dan doa tulus dari seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan, ” ujarnya.

Menurutnya, kerja keras yang dilakukan telah menghasilkan banyak capaian yang membanggakan

Hal tersebut sejalan dengan visi BPJS Ketenagakerjaan untuk menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kebanggaan Bangsa yang amanat, terpercaya serta unggul
dalam operasional dan pelayanan.

Namun demikian, kata Agus Susanto, hal itu tak boleh membuat berpuas diri terlalu cepat, karena masih banyak tantangan kepada institusi itu untuk dijawab dan menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Menanggapi hal itu, manajemen mengajak kita semua insan BPJS Ketenagakerjaan untuk mampu merespon perubahan dengan cepat, memiliki cara berpikir yang open mind, meningkatkan sinergitas dan menumbuhkan ekosistem yang mendukung efisiensi dan inovasi, ” pinta Agus Susanto.

Dengan mengangkat tema, “4 Perlindungan Untuk Pekerja Indonesia”, BPJS Ketenagakerjaan harus terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada para peserta yang menjadi stakeholder.

Kesungguhan, kerja keras dan konsistensi menjalankan pelayanan prima diharapkan memberikan dampak bukan hanya pada perbaikan aspek pelayanan dalam pemenuhan ekspektasi pelanggan semata, melainkan mewujudkan identitas BPJS Ketenagakerjaan sebagai sebuah instrumen terwujudnya kesejahteraan pekerja.

“Lebih konkrit lagi, dalam pelaksanaan prima, semua insan BPJS Ketenagakerjaan dituntut untuk memberikan pelayanan yang bersifat personal touch yang memiliki arti dan makna empati yang dalam bagi peserta dan stakeholder,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Agus Susanto mengingatkan agar insan BPJS Ketenagakerjaan dalam bekerja mengedepankan prinsip profesional, menjaga nama baik institusi, menjunjung tinggi integritas, bertindak jujur, jauhi konflik kepentingan, bekerja dengan mematuhi prinsip-prinsip good governance.

“Hal ini merupakan salah satu bentuk upaya kita dalam mendukung program pemerintah, “Membangun Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik” sebagai bagian dari upaya kita membangun Indonesia maju, yang produktif, inovatif dan efisien, ” tegasnya. (KRN.07)

Konten Terkait

Posted : 14-12-2018 12:05:32

Aparat Desa Wajib Mendaftar BPJS-TK


Posted : 14-12-2018 11:35:22

BPJS Ketenagakerjaan Kerjasama dengan Ascort


Posted : 14-12-2018 11:19:32

BPJSTK Lindungi 3.606 Peserta Porprov