Rita Berharap Kerja Sama Bank NTT dengan BPJS Ketenagakerjaan Terealisasi Tahun Ini


Posted : 09-11-2018 09:07:00

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Provinsi NTT, Rita Damayati berharap kerja sama dengan Bank NTT dalam rangka perlindungan tenaga kerja non formal bisa terealisasi tahun ini.

Dengan demikian, tenaga kerja non formal yang ada bisa segera mendapat jaminan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Harapan itu disampaikan Rita ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/11/2018).

Rita mengatakan, saat ini BPJS Ketenagakerjaan dan Bank NTT sedang menjajaki kerja sama perlindungan terhadap kerja non formal khususny pekerja di sektor pertanian dalam rangka memperkuat ketahanan pangan keluarga para petani. "Tahap awal untuk sektor pertanian dulu. setelah itu nelayan dan lain-lain," kata Rita.

Ia mengatakan, penjajakan kerja sama dengan Bank NTT sudah pada tahap sharing data pekerja informal yang ada di NTT.

"Memang saat ini kami sudah bekerja sama untuk pertukaran data. Data itu sudah masuk ke Bank NTT dan masih dalam proses validasi dan verifikasi," kata Rita.

Rita mengungkapkan, kerja sama dengan Bank NTT berupa subsidi premi tiga bulan pertama untuk para pekerja non formal yang telah menjadi nasabah Bank NTT.

"Kami berharap, realisasi tiga bulan ke depan itu tahun ini karena semakin cepat mereka dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan maka perlindungan terhadap nyawanya apabila terjadi kecelakaan, atau pun meninggal dunia cepat terlindungi. Ibarat kata sedia payung sebelum hujan," ungkap Rita.

Ia mengatakan, data jumlah tenaga kerja non formal se-NTT sudah diberikan ke Bank NTT. Data tk Tinggal berapa kemampuan Bank NTT untuk membiyai tenaga kerja non formal yang ada. Mudah-mudahan dalam bulan ini Bank NTT sudah bayar," harap Rita.

Rita menambahkan potensi tenaga kerja non formal di NTT cukup besar. Hanya saja, tenaga kerja tersebut belum memanfaatkan program perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan.


"BPJS Ketenagakerjaan belum popular di masyarakat NTT. Yang popular BPJS Kesehatan. Padahal tidak kalah pentingnya, BPJS Ketenagakerjaan ketika terjadi kecelakaan kerja satu jam pertama menentukan nasib pekerja. Bisa fatal. Bahkan seluruh perangkat pemerintah non PNS wajib dilindungi ke dalam program kami karena mereka pekerja," tutup Rita. (*)


Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Kanis Jehola