Semester I, BPJS Ketenagakerjaan Raup Hasil Investasi Rp15 T


Posted : 09-08-2018 10:31:54

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat hasil investasi dalam enam bulan pertama tahun ini sebesar Rp15,1 triliun atau meningkat 17,78 persen dibandingkan semester I 2017.

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja mengatakan peningkatan itu tak lepas dari sikap perusahaan yang selalu menyesuaikan portofolio investasi dengan kondisi pasar terkini.

"Strategi investasi selalu menyesuaikan dengan kondisi perekonomian sekarang dan kondisi pasar, juga kebutuhan liabilitas dari program," ungkap Irvansyah, Rabu (8/8).


Menurut dia, seluruh strategi investasi perusahaan juga mengacu pada regulasi pemerintah yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 99 tahun 2013 dan PP nomor 55 tahun 2015,

"Dengan mengutamakan prinsip prudent dan governance," imbuh Irvansyah.


Irvansyah menuturkan hasil investasi itu berasal dari beberapa instrumen investasi. Bila dirinci, sepanjang semester I 2018 BPJS Ketenagakerjaan menempatkan dana investasi di surat utang sebesar 62 persen, saham 19 persen, reksa dana 10 persen, deposito delapan persen, dan investasi langsung satu persen.

Mayoritas dana yang ditempatkan di surat utang dimasukkan dalam instrumen Surat Berharga Negara (SBN), sisanya surat utang korporasi swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Untuk sahamnya sendiri kami mayoritas blue chip. Regulasi kami ketat jadi harus yang aman," terang Irvansyah.

Sementara, khusus investasi di sektor infrastruktur sendiri tidak sampai 50 persen dari total investasi. Pada Januari-Juni 2018, total investasi di sektor infrastruktur sebesar Rp71,2 triliun atau 22 persen dari total investasi.


"Tapi itu tidak langsung ya, melainkan melalui surat utang 77,57 persen dan 22,43 persen melalui saham BUMN Karya," kata Irvansyah.

Untuk ke depannya, sambung Irvansyah, perusahaan akan terus memantau pergerakan pasar agar target investasi tahun ini sebesar Rp32 triliun bisa tercapai.

"Kami terus melakukan kajian atas portofolio pengelolaan dana dan melakukan rebalancing jika diperlukan," tegas Irvansyah.

Adapun, total dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan per Juni 2018 sebesar Rp327 triliun. Angka itu naik sekitar 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (agi)