BPJS Ketenagakerjaan akan selesaikan pembangunan SS Tower pada semester II-2019


Posted : 12-07-2018 11:08:14

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan gencar membidik investasi di sektor properti. Lembaga negara ini akan terus mengoptimalkan pengeloaan dana kepesertaan pada investasi langsung pada properti komersil.

Salah satunya pembangunan Social Security (SS) Tower yang terletak di kawasan strategis Kuningan Jakarta. Rencananya, BPJS Ketenagakerjaan akan mendapatkan imbal hasil berupa uang hasil penyewaannya tower sebagai kantor.

BACA JUGA
BPJS Ketenagakerjaan berhati-hati melakukan investasi langsung

BPJS Ketenagakerjaan akan lepas 1,97% saham Bukopin Syariah

BPJS Ketenagakerjaan kantongi hasil investasi Rp 13,24 triliun akhir Mei 2018

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja mengatakan, tower yang dibangun sejak tahun l2017 tersebut bisa selesai semester II-2019.

“Social Security Tower direncanakan bakal selesai pada semester II tahun depan. Kami akan menyewakannya sebagai kantor,” kata Utoh kepada Kontan.co.id, Selasa (10/7).

Tower ini digarap oleh PT Sinergi Investasi Properti yaitu perusahaan patungan (Join Ventura) antara BPJS Ketenagakerjaan dan PT Pembangunan Perumahan (PT PP). Kepemilikan saham BPJS Ketenagakerjaan sebesar 80% dan sisanya PT PP.

Utoh mengatakan, nantinya PT Sinergi Investasi Properti akan bertugas sebagai pengembang dan pengelolaan tower tersebut. Namun, ia enggan menyebutkan secara detil berapa imbal hasil yang diperoleh dari penyewaan tower di kawasan Kuningan itu.

“Saya tidak memegang data detil mengenai imbal hasil itu,” ungkapnya.

Mengutip website PT PP, SS Tower merupakan gedung perkantoran yang terdiri dari 3 lantai basement dan 28 lantai yang akan difungsikan untuk perkantoran sewa. Gedung ini memiliki kapasitas parkir 362 lot mobil dengan luas sewa semigross sebesar 23.500 m2 dan akan dikerjakan dalam waktu 21 bulan dengan nilai kontrak Rp 428 miliar.

 

Reporter: Ferrika Sari
Editor: Herlina Kartika