Perusahaan yang Tidak Daftarkan Karyawannya Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan Dipasangi Stiker Merah


Posted : 12-07-2018 11:06:59

WARTA KOTA/FERYANTO HADI
BPJS Ketenagakerjaan menempelkan stiker merah di kantor perusahaan yang tidak mendaftarkan karyawannya menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan,di gedung perkantoran Gandaria Office, Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2018).

BPJS Ketenagakerjaan melakukan upaya tegas terhadap perusahaan yang tidak patuh mendaftarkan karyawannya menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan.

Bentuk tindakan tegas tersebut dengan menempel stiker berwarna merah di gedung perkantoran Gandaria Office, sebagai bukti ketidakpatuhan perusahaan Itu.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Kebayoran Baru Aland Lucy Patitty mengatakan, stikerisasi tersebut sebagai bukti konsistensi pihaknya mengawasi perusahaan yang tidak taat aturan Jaminan Sosial.

Baca: Anies Baswedan Janji Bantu Para Korban Kebakaran Tanah Tinggi


Menurutnya, semenjak bertransformasi menjadi Badan, eks PT Jamsostek tersebut melakukan perubahan orientasi dari money oriented menjadi social oriented.

"Perubahan status tersebut menjadikan BPJS Ketenagkerjaan masuk dalam regulasi pemerintah, sehingga tidak ada toleransi untuk perusahaan yang tidak melindungi pekerjanya dari risiko-risiko sosial," papar Lucy, Rabu (11/7/2018).

Menurutnya, Informasi ini harus benar-benar sampai kepada perusahaan, karena maanfaat BPJS Ketenagakerjaan sangat besar untuk memberikan antusias dan kenyamanan bekerja pada seluruh tenaga kerja.

Baca: Di Australia, Golput Bisa Didenda Atau Dipenjara

"Oleh karena itu, tidak jarang juga kami turun ke jalan untuk menawarkan program perlindungan tenaga kerja ini hingga ke pedagang kaki lima. Harapan kita hanya satu, ketika terjadi risiko kecelakaan yang tidak diharapkan, BPJS Ketengakerjaan hadir untuk meringankan beban keluarga juga perusahaan," paparnya.

Petugas Pengawas dan Pemeriksa (Wasrik) BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Cabang Jakarta Kebayoran Baru Junelpri Saragih menerangkan, salah satu cara mendeteksi ketidakpatuhan adalah kegiatan pengawasan dan pemeriksaan tenant di sejumlah gedung perkantoran di Jakarta Selatan, sekaligus melakukan stikerisasi terhadap perusahaan.

"Stikerisasi ini dilakukan sesuai amanat SK Wali Kota Jakarta Selatan No 103 Tahun 2017," jelasnya.

Baca: Satu KTP DKI Bisa untuk Beli Lima Tiket Masuk Atlantis Water Adventure yang Didiskon 50 Persen

Anggota Wasrik lainnya, Zakaria Amirul Akbar, menambahkan, stikerisasi ini dilakukan untuk menginventarisasi perusahaan yang belum atau yang sudah ikut BPJS Ketenagakerjaan.

"Ada rasa malu perusahaan ketika ada stiker merah yang bertuliskan belum ikut Program BPJS Ketenagakerjaan. Jika perusahaan mendapatkan stiker merah sudah mendaftarkan perusahaannya, kami kita akan mengganti menjadi stiker berwarna hijau yang bertuliskan perusahaan sudah terdaftar sesuai dengan UU 24 Tahun 2011 tentang BPJS. Kegiatan ini yang terus kita laksanakan dan terus kita evaluasi," bebernya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap perusahaan akan rutin dilakukan, mengingat adanya sanksi pidana dalam UU 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

"Sebelum mencapai ke tahap penegakan hukum, kami tetap melakukan pembinaan hukum terhdap perusahaan. Hingga kini kami fokus melakukan pemeriksaan kepada perusahaan-perusahaan yang berkantor sewa di gedung perkantoran. Jangan sampai ada lagi tenaga kerja yang tidak mendapatkan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan," tuturnya. (*)

 


Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Yaspen Martinus