BPJS Ketenagakerjaan Jaring 3000 Pengemudi Go-Jek di Bandung


Posted : 14-05-2018 09:58:25

TEMPO.CO - Go-Jek mengajak sekitar 3.000 mitra pengemudinya di Bandung ikut kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Mereka diundang berkumpul di Gedung Sasana Budaya Ganesha ITB, Ahad, 13 Mei 2018.

Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Go-Jek Shinto Nugroho mengatakan, pihaknya memberi kemudahan mitra pengemudi untuk ikut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Mereka bisa mendaftar secara online lewat website khusus yang dikembangkan Go-Jek dengan BPJS Naker. "Iuran per bulan Rp 16.800," katanya.

Iuran peserta akan dibayarkan melalui debit saldo deposit tiap pengemudi yang ikut secara otomatis. Sejak kolaborasi program itu diterapkan pada akhir 2017, rata-rata per bulan ada sekitar tujuh ribu mitra pengemudi Go-Jek yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Program itu berlaku di 50 kota tempat Go-Jek beroperasi di Indonesia. Kepesertaan pengemudi ojek beraplikasi itu tergolong jenis Bukan Penerima Upah. Manfaat yang akan didapat yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandung E. Ilyas Lubis mengatakan pihaknya berupaya meningkatkan jumlah kepesertaan pekerja sektor informal. Jumlah pekerja sektor itu sebanyak 60 juta orang di Indonesia. "Misalnya sektor nelayan, petani, pedagang pasar, dan transportasi," ujarnya.

Seorang pengemudi Go-Jek di Bandung, Sulung Nofrianto mengatakan, telah mendapat manfaat jaminan sosial kecelakaan. Waktu itu ia harus masuk rumah sakit setelah membawa motor dengan kecepatan tinggi dan menabrak separator di dekat patung tank Jalan Burangrang Bandung. "Semuanya ditanggung termasuk penghasilan karena tujuh hari tidak bekerja," kata warga Bale Endah tersebut. Kini ia mengajak rekan lainnya agar ikut kepesertaan.

Selain di Bandung, Go-Jek sebelumnya mengajak ribuan mitra pengemudinya di empat kota besar lain, yaitu Jakarta, Manado, Padang, dan Pontianak. Saat ini Go-Jek mengklaim jumlah total mitra pengemudinya yang terdaftar sebanyak satu juta orang. "Kami tidak menargetkan angka peserta, fokusnya pada awareness mitra dan mengemudi dengan aman," kata Shinto.