Prinsip Dasar TJSL

Dalam menjalankan TJSL, prinsip-prinsip dasar yang harus dipedomani dalam setiap pembuatan program, atas masing-masing unsur TJSL tersebut di atas adalah sbb :

1. Hak Asasi Manuasia

  • Berusaha untuk membangun kepercayaan, memberikan manfaat bersama dan menunjukkan rasa hormat terhadap martabat manusia, termasuk penghormatan terhadap budaya, adat istiadat dan nilai-nilai individu dan kelompok.
  • Tidak mentolerir pelanggaran hak asasi manusia, dan tidak terlibat atau menjadi terlibat dalam aktivitas apapun yang meminta atau mendorong pelanggaran hak asasi manusia, termasuk yang terkait dengan perusahaan pemberi kerja atau peserta BPJS Ketenagakerjaan.
  • Bekerjasama dengan Pemerintah dan lembaga lainnya untuk mendukung dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan ruang lingkup kegiatan BADAN.

2. Praktik Ketenagakerjaan

  • Setiap karyawan mendapat perlakuan adil dan selalu menghormati aspirasi dan keberagaman di tempat kerja.
  • Menerapkan praktik ketenagakerjaan yang adil, dengan menghormati hukum nasional dan peraturan daerah di mana BADAN beroperasi.
  • Menyediakan kesempatan yang sama dalam semua aspek pekerjaan dan tidak akan terlibat atau mentolerir pelanggaran hukum, korupsi, tindakan diskriminasi, intimidasi, dan pelecehan.

3. Operasional

  • Melaksanakan dan mendukung kegiatan penyuluhan dalam meningkatkan produktifitas operasional, seperti penyuluhan terkait risiko terjadinya kecelakaan di tempat kerja.
  • Melaksanakan dan mendukung kegiatan hubungan kelembagaan dalam rangka meningkatkan jumlah peserta.
  • Melakukan screening dan review terlebih dahulu terhadap mitra kerja sebelum perjanjian kerjasama dengan mereka ditandatangani. Hal ini bertujuan untuk menjaga nama baik dan reputasi BADAN.

4. Peserta

  • Memberikan pelayanan terbaik baik seluruh Peserta melalui informasi yang jelas dan mudah dipahami mengenai produk-produk, serta prosedur klaim yang mudah dan transparan.
  • Memberikan pelayanan untuk mencapai kepuasan Peserta, dan untuk menjaga kepercayaan Peserta dan publik pada manfaat produk dan layanan BADAN.
  • Melaksanakan perbaikan berkesinambungan (continuous improvement) di segala aspek pelayanan untuk mencapai budaya Service Excellence.

5. Masyarakat

  • Melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan sarana dan prasarana umum.
  • Melaksanakan dan mendukung kegiatan yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat marginal menempuh pendidikan.
  • Memberikan bantuan (sumbangan/donasi) kepada masyarakat marginal dan kelompok lainnya.

6. Lingkungan

  • Melaksanakan dan mendukung kegiatan pelestarian lingkungan di setiap kantor BPJS Ketenagakerjaan atau lingkungan sekitar.
  • Melaksanakan inisiatif penghematan energi dan air, pengendalian emisi karbon dan lain sebagainya.

7. Tata Kelola, Etika dan Transparansi

Keenam unsur TJSL sebagaimana tersebut diatas saling ketergantungan satu sama lainnya sehingga perlu diatur dengan sistem tata kelola yang baik. Prinsip dasar tata kelola yang harus dibangun dan dijalankan adalah:

  • Menerapkan standar tertinggi integritas dan praktik tata kelola perusahaan untuk mempertahankan keunggulan dalam operasi sehari-hari, dan untuk menjaga kepercayaan peserta BPJS Ketenagakerjaan dan masyarakat pada umumnya.
  • Menjalankan operasional secara terbuka, jujur, dan menjunjung tinggi prinsip etika, serta etos kerja dan budaya BADAN.
  • Berkomitmen untuk melindungi manusia, keuangan, fisik, informasi, sosial, lingkungan, dan reputasi.

Dewan Pengawas dan Direksi akan bertindak sebagai role model dengan mempertimbangkan aspek-aspek terkait Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dan dampaknya terhadap pemangku kepentingan serta proses operasional secara menyeluruh, adil dan transparan