Journalistic Award 2015

Release

Imam Suhartadi Dari Investor Daily Pemenang Utama Lomba BPJS Ketenagakerjaan Journalistic Award 2015

 

Jakarta, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan pada 1 Juli 2015 telah menyelenggarakan program Jaminan Pensiun (JP). Dengan program ini, para pekerja swasta memperoleh uang pensiun setelah usia 56 tahun. Dengan program JP, pekerja informal dan profesi dapat mengikuti program JP.

Berbeda dengan Jaminan Hari Tua (JHT) yang merupakan tabungan dari bagian pendapatan selama aktif bekerja dan disisihkan untuk bekal memasuki hari tua. JP merupakan pendapatan bulanan untuk memastikan dasar yang layak untuk memasuki hari tua.

Uang pensiun sendiri akan dibayarkan setelah usia 56 tahun. Besaran uang pensiun tergantung pada iuran dan lamanya menjadi peserta program JP. Minimal peserta harus mengikuti program JP ini selama 15 tahun agar dapat memperoleh uang pensiun setiap bulannya.

Program JP mensyaratkan pekerja mengiur sebesar 3% setiap bulan dari gaji pokok, dimana 1% dipotong dari pekerja dan 2% persen iuran dari perusahaan. Upah maksimum  yang dilaporkan mengikuti program pensiun dasar BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp7 juta. Di luar itu, pekerja pun dapat menyertakan pada program pensiun dari swasta. Rata-rata pensiun yang diterima pekerja pun sebesar 40% dari gaji pokok yang diterimanya setiap bulan.

Penerimaan pensiun dikaitkan dengan manfaat pasti dimana seseorang pekerja mesti mengiur dengan masa kerja 15 tahun. Namun, bagi pekerja yang masa kerjanya di bawah 15 tahun, diberikan kesempatan secara mandiri mengiur sampai 15 tahun. Tapi, jika pilihan itu tidak diambil, maka pekerja bersangkutan bisa mengambil pensiunnya sekaligus (lumpsum).

BPJS Ketenagakerjaan tidak membatasi pekerja yang berusia 40 tahun yang memiliki masa kerja 15 tahun, karena ini berkaitan dengan hak-hak pensiun seorang pekerja. Apabila sudah terdaftar sebagai peserta program pensiun, baik bagi pekerja yang berusia 40 tahun atau lebih, sekalipun baru satu bulan terdaftar kemudian meninggal dunia, pekerja bersangkutan terutama ahli warisnya berhak mendapatkan pensiun.

Sejak beroperasi pada 1 Juli 2015, program JP sudah diikuti oleh 4,6 juta pekerja dan diperkirakan akan terus bertambah. Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan  akan menambah lagi 208 kantor cabang melengkapi kanal yang sudah ada. Sebelumnya, BPJS Ketenagakerjaan memiliki 121 kantor cabang utama dan 153 kantor cabang perintis. Dengan begitu, maka BPJS Ketenagakerjaan memiliki kantor cabang di seluruh kabupaten/kota yang ada di Indonesia.

Pelaksanaan program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan merupakan perwujudan dari Tujuan Pembangunan Millenium-Millenium Development Goals, yang dilaksanakan pada 2015. JKK dan JKM merupakan program yang bersifat perlindungan, sedangkan JHT dan JP merupakan program yang bersifat kesejahteraan.

Guna mendukung sosialisasi program Jaminan Pensiun dan pelaksanaan program Jaminan Hari Tua, serta dalam rangka memperingati hari lahirnya PT Jamsostek (Persero) sebagai embrio dari berdirinya BPJS Ketenagakerjaan yang ke-38 pada 5 Desember 2015, BPJS Ketenagakerjaan Journalists Club (BPJS TKJC) bersama dengan Divisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan Lomba Karya Tulis BPJS Ketenagakerjaan Journalistic Award 2015 dengan hadiah total Rp 82,5 juta.

Kepala Urusan Eksternal pps Kepala Divisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Irvansyah Utoh Banja di Jakarta, Kamis (4/2) menjelaskan dari jumlah tulisan peserta lomba sebanyak 36 tulisan, terseleksi tidak sesuai dengan persyaratan ada tujuh tulisan dan yang lolos seleksi ada 29 tulisan. ���Jumlah tulisan peserta yang masuk dari 32 penulis terdiri dari berbagai media, baik cetak maupun online, dengan asal daerah dari Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Padang, Surabaya, Riau, Semarang, dan Manado,��� ujarnya

Selanjutnya Tim Juri yang terdiri dari - Ahmad Kurnia Soeriawidjaja, mantan Wartawan Majalah Tempo, Dosen Sekolah Tinggi Jurnalistik PWI, dan mantan Pengurus PWI-Reformasi, - Amri Jusuf, Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan, - Jeffry Haryadi, Direktur Investasi BPJS Ketenagakerjaan dan - Ridwan Max. Sijabat, Wartawan Senior The Jakarta Post memutuskan pemenang lomba sebagai berikut:

Juara 1: Imam Suhartadi, Investor Daily, Jakarta.

Juara 2: Erwan Mayulu, Jobsmedia Online, Jakarta.

Juara 3: Feril Nawali, Rakyat Merdeka Online, Jakarta.

Juara Harapan 1: Wahyu Atmaji, Suara Merdeka, Jawa Tengah.

Juara Harapan 2: Yon Rizal Solihin, Bengkalis Ekspres, Riau.

Juara Harapan 3: Muhammad Ridwan, Sinar Harapan Online, Jakarta.