06/01/2014

Baru Seumur Jagung, BPJS Ketenagakerjaan Sudah Diperhitungkan di Asia Pasifik

Jakarta, rakyatmerdekaonline.com -

RMOL. Sekalipun Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan baru saja di-launching Presiden SBY, tapi sudah diperhitungkan sebagai pesaing kuat negara-negara Asia Pasifik.

"Perkembangan Jaminan Sosial khususnya kawasan Asia termasuk cepat, seperti Fiji, India, Singapura, Nepal, Australia, Filipina. Negara tersebut terus berlomba meningkatkan inovasi social security  di negaranya demi tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya," kata Ketua Umum Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan, Abdurrahman Irsyadi di Jakarta, Sabtu (4/1).

Dia mengungkapkan kunjungannya memenuhi undangan Public Service International (PSI) di Singapura. PSI adalah lembaga internasional yang konsen terhadap perkembangan Social Security. Kegiatan yang melibatkan 15 negara termasuk Indonesia, bertemu membahas Quality Publik Service (QPS) dan Decent Work dimana program Pensiun dan Jaminan Sosial  menjadi  topik relevan bahasan.

"Sebagai bagian penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan, tentu kami memiliki kepentingan berbagi informasi dan belajar  kondisi Jaminan Sosial di negara lain. Indonesia sendiri termasuk diperhitungkan oleh mereka dalam kelolaan jaminan sosial," imbuhnya.

Presentasi skema Jaminan sosial yang dipaparkan dari berbagai negara, kata Irsyadi, menunjukkan banyaknya persamaan dengan BPJS Ketenagakerjaan, seperti skema Jaminan Sosial untuk tabungan hari tua (THT) di Singapura terkenal dengan nama Central Provident Fund (CPF), begitu pula seperti di India, di sana pegawai pemerintah disediakan program pensiun dengan besaran iuran 1,17 persen perbulan.

Adapun untuk pekerja lainnya ada program provident fund dan social assistance, yang kepesertaannya mencakup pekerja part-time, harian maupun kontrak, dimana  program ini bersifat wajib.

"Kami berharap ketika program pensiun akan diterapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan nantinya harus lebih baik dari yang sudah berlaku di negara-negara Asia Pasifik," harapnya.

Ditambahkannya, yang paling penting adalah suitanbility program pensiun berjangka panjang. Karena jangan sampai  di kemudian hari program pensiun jadi pemicu krisis ekonomi sebagaimana  terjadi di Yunani, Amerika Latin dan Eropa.

Dijelaskannya, sekalipun BPJS Ketenagakerjaan baru seumur hitungan hari, tapi dengan pengalaman Jamsostek 36 tahun dan dukungan  berbagai pihak, dirinya optimis masa depan BPJS Ketenagakerjaan mampu bersaing dengan lembaga sejenis di dunia. [zul]

(Feriolus Nawali)
hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan