BPJS Ketenagakerjaan Bidik Dana Kelolaan Rp387 Triliun


Posted : 08-02-2018 10:30:57

Bali: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan membidik dana kelolaan bisa terkumpul Rp387 triliun di tahun ini, atau lebih tinggi dari porsi Rp317 triliun di sepanjang 2017.


"Target dana kelolaan Rp387 triliun di tahun ini. Angka itu datang dari iuran peserta," ungkap Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto di Bali, Rabu, 7 Februari 2018.

Dana kelolaan yang terkumpul, bilang Agus, akan diputar dalam beberapa instrumen investasi, seperti di industri pasar modal, obligasi dan investasi pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang dikerjakan oleh pemerintah sebesar Rp64 triliun.

"Ini sudah ada regulasi ditaruh instrumen saham berapa persen, deposito berapa persen jadi sudah ada pengaturanya," ucap Agus.


Untuk dana pembangunan infrastruktur, dia mengaku, BPJS Ketenagakerjaan tidak langsung investasi, tapi lewat penerbitan surat utang (obligasi) yang dilakukan oleh perusahaan yang sedang menggarap proyek.

"BPJS diberikan kesempatan investasi infrastruktur tapi bukan langsung, tetapi melalui instrumen kita sudah melakukan Rp64 triliun ke infrastruktur," tukas dia.

Selama 2017, total pekerja yang terdaftar pada BPJS Ketenagakerjaan telah mencapai 44,99 juta orang. Sementara peserta aktif mencapai 26,24 juta orang atau mencapai 104,08 persen dari target sebesar 25,21 juta untuk 2017. Capaian ini lebih tinggi dibanding periode yang sama pada 2016 yaitu meningkat sebesar 15,95 persen.

Dari sisi jumlah pemberi kerja aktif juga mencapai target yang ditetapkan, yaitu sebanyak 488.188 atau mencapai 114,86 persen dari target sebesar 425 ribu. Dari sisi pencapaian iuran, realisasi tahun 2017 mencapai Rp56,41 triliun, atau mencapai 101,88 persen dari target sebesar Rp55,37 triliun.

Senada dengan capaian lainnya, Agus mengaku, sektor pengelolaan dana juga melampaui target yang ditetapkan, dengan total dana investasi sebesar Rp317,26 triliun atau mencapai 106,85 persen dari target sebesar Rp296,92 triliun.

Sementara hasil investasi mencapai Rp26,71 triliun atau mencapai 107,53 persen dari target hasil investasi sebesar Rp24,84 triliun. Pengelolaan dana investasi tersebut memberikan tingkat pengembalian atau yield on investment (YOI) sebesar 9,4 persen.

 


(SAW)