Driver Tranportasi Online Wajib Didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan


Posted : 02-02-2018 09:11:29

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR, Syamsul Bachri mengatakan bahwa baru 32% saja dari jumlah 127 juta tenaga kerja di Indonesia yang teregistrasi kepesertaannya di BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut disampaikan saat lawatannya ke Batam, Kepri, (31/01/2018).

Syamsul Bahri melanjutkan, tantangan pemerintah cukup besar untuk memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia mengingat, deadline kepesertaan jaminan sosial ini sesuai aturan UU mewajibkan seluruh pekerja harus menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan pada akhirnya 2019 nanti.

Namun persoalan baru yang muncul adanya perbedaan pendapat antara pengelola industri sektor online dengan serikat pekerja . Pengelola industri online berdalih bahwa driver merupakan mitra kerja, seolah industri online terbebas dari kewajiban untuk mendaftarkan ribuan driver tersebut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Bagi komisi IX DPR RI, apapun jenis pekerjaannya baik disektor industri online sekalipun, pekerja harus dilindungi oleh negara melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Komisi IX DPR RI terus melakukan koordinasi kepada Menteri terkait, Direksi BPJS Ketenagakerjaan, Pemda bisa mengakomodir dan mendorong agar pekerja terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan” Jelas Syamsul Bachri di Batam, Kepri.

Sementara itu, Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kepri, menilai penyebutan mitra kerja pada industri berbasis online tersebut, merupakan ekploitasi pekerja modus baru. Celakanya Kementerian juga belum melakukan upgrade regulasi yang mengatur tentang pekerja industri berbasis online. Apalagi perusahaan berbasis online memiliki badan hukum, padahal pemerintah daerah, khususnya Gubernur Kepri mendukung ribuan driver tersebut untuk mendapatkan hak perlindungan.

“Inikan masalah pusat, jangan sampai orang pusat bikin kita gaduh, kita sudah tenang-tenang hidup di daerah, yang punya aplikasi harus bertanggung jawab kalau tiba-tiba ada tabrakan beruntun sampai 10 orang siapa yang tanggung jawab, jangan sampai driver jumlah hampir 2000 di Batam tidak tertangani dengan baik,” ujar Imanuel Purba.

Meskipun demikian Imanuel tak menampik jika driver online juga berasal dari pekerja sektor lain dan merupakan karyawan tetap bahkan ada perusahan yang akan memberhentikan pekerjanya jika terikat dengan kontrak aplikasi, namun tetap saja mereka pekerja yang harus dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.