2017, Jumlah Peserta BPJSTK Capai 25,6 Juta

Posted: 8 hari lalu

BANDUNG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) mencatat, jumlah peserta sepanjang tahun 2017 mencapai 25,6 juta atau melampaui target secara nasional.


"Kalau melihat dari performa tahun 2017, Alhamdulillah semua sudah melampaui target yang ditetapkan, termasuk kepesertaan secara nasional. Target kami tahun lalu sebanyak 25,2 juta namun realisasinya mencapai 25,6 juta (peserta)," ujar Direktur Utama BPJSTK Agus Susanto, di Bandung, pekan lalu.


Agus mengatakan, angka tersebut meningkat karena sudah banyak masyarakat terutama perusahaan-perusahaan yang sadar akan asuransi jaminan kerja. Akan tetapi, kata Agus, jumlah tersebut didominasi oleh golongan penerima upah atau para pekerja di sektor formal yang hampir mencapai 97%. Padahal, dari data yang diperoleh, jumlah pekerja informal yang ada di Indonesia mencapai 57% dari total angkatan kerja yang ada. "Pekerja informal sangat sedikit sekali, kurang dari 2,5%," kata dia seperti dilansir Antara.


Untuk menggenjot jumlah kepesertaan dari sektor informal, BPJSTK telah menyiapkan strategi yakni dengan membentuk Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai). Menurut dia, Perisai merupakan perpanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia untuk meningkatkan penetrasi produk-produk BPJS. Perisai mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh oleh BPJS Ketenagakerjaan.


"Saya minta awal tahun seluruh Kanwil mulai dikebut, apalagi kami punya strategi baru bernama Perisai yang melibatkan masyarakat. Masyarakat kami rekrut menjadi agen dan diberikan insentif menarik untuk merekrut atau mengakusisi peserta baru," kata dia.


Usai dibentuk akhir tahun 2017, saat ini jumlah Perisai mencapai 650 orang yang tersebar di seluruh kantor wilayah di Indonesia. Dia menargetkan, jumlah agen Perisai tahun ini mencapai 10.000 orang untuk menggenjot kepesertaan dari sektor informal. “Jadi, target maksimal jadi bukan minimal, kami maksimal 10.000 dulu, itu direkrut bertahap 5.000, setelah itu dievaluasi. Semoga dengan ditunjang Perisai pada 2018 target secara nasional 29 juta orang kepesertaan baru tercapai," kata dia. (th)