Masih Ada Perusahaan Anggap BPJS Ketenagakerjaan sebagai Beban

Posted: 13 hari lalu

Solopos.com, JOGJA-Masih ada perusahaan di Jogja yang menganggap BPJS Ketenagakerjaan sebagai beban. Anggapan ini menghambat pencapaian target keanggotaan di BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jogja, Ainul Kholid membenarkan mengenai masih adanya perusahaan yang menganggap iuran BPJS Ketenagakerjaan menambah beban pembiayaan perusahaan.

“Padahal, berbagai program yang ditawarkan memang penting untuk melindungi hak-hak pekerja, mulai dari jaminan kecelakaan kerja hingga kematian,” katanya, kepada Harianjogja.com, Kamis (4/1/2017).

Sosialisasi bakal tetap digalakkan untuk meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tahun ini. Kualitas pelayanan juga terus ditingkatkan, misalnya memberikan kemudahan bagi peserta yang ingin mengakses layanan klaim tertentu.

Soal pendekatan kepada perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya, Ainul menerapkan cara khusus. “Kami bisa meminta lalu memanfaatkan testimoni mereka yang sudah merasakan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan,” ucap Ainul.

Ia menyebutkan jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tahun 2017 ditargetkan mencapai 117.376 orang. Namun, realisasinya tercatat hanya mencapai 71.181 orang atau sekitar 76,26 persen pada akhir November lalu.

Ditanya soal target di tahun 2018, Ainul mengaku belum bisa menyebutkannya. Hal itu baru akan dirapatkan bersama di tingkat Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah dan DIY pada Jumat (5/1/2017) besok.

“Nanti akan dibahas kendala dan potensinya seperti apa supaya targetnya juga reliabel,” ungkap dia.

Meski begitu, Ainul berpendapat salah satu pekerjaan rumah yang mesti digarap tahun ini adalah menunjukkan eksistensi BPJS Ketenagakerjaan.

Pihaknya tidak memungkiri jika saat ini BPJS Ketenagakerjaan belum sepopuler BPJS Kesehatan di kalangan masyarakat. “Kenyataannya seperti itu. Jadi kita tetap akan lakukan sosialisasi secara massif,” kata Ainul kemudian.