Jumlah Peserta Jaminan Masih 43 Juta, BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Edukasi

Posted: Sebulan lalu

AKURAT.CO, Jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan secara nasional hingga Oktober 2017 masih sebanyak 43 juta dari total pekerja 128,06 juta orang.

"Untuk meningkatkan kesadaran menjadi peserta, BPJS Ketenagakerjaan terus melakukan edukasi, " ujar Direktur Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Pusat Irvansyah Utoh Banja di Medan, Sabtu (2/12) dikutip dari Antara.

Meski sudah ada aturan sanksi bagi perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerjanya, edukasi/sosialisasi dinilai tetap perlu. Pasalnya dari pekerja yang terdaftar itu yang aktif sebanyak 24,7 juta peserta.

"Agar semua pekerja masuk BPJS Ketenagakerjaan, manajemen terus melakukan edukasi dan literasi termasuk ke perguruan tinggi," ujar Irvansyah.

Literasi ke kampus sudah dilakukan di berbagai provinsi termasuk Aceh dan Sumut.

"Momentum hari jadi ke-40 BPJS Ketenagakerjaan dijadikan untuk meningkatkan edukasi/literasi di tengah masyarakat termasuk kampus," katanya.

Irvansyah menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu program negara Jaminan Sosial Nasional yang memberikan perlindungan ketenagakerjaan seluruh pekerja di Indonesia.

Seluruh pekerja baik penerima upah, bukan penerima upah, pekerja asing, pekerja migran Indonesia bisa menjadi peserta untuk mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Adanya Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Pensiun (JP) akan mensejahterakan masyarakat.

ia menegaskan, pemberian jaminan sosial kepada masyarakat sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 34 ayat 2 yang berbunyi Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.

"Selain pekerja penerima upah, BPJS Ketenagakerjaan juga menargetkan bisa menjaring para pekerja informal," katanya. []