Generasi Zaman Now Kudu Sadar Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Posted: 14 hari lalu

INDOPOS.CO.ID-Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Inda D. Hasman, mengisi kuliah umum di Universitas Padjajaran (Unpad), Kampus Jatinangor, Bandung (10/11).

Materi yang disampaikan adalah seputar program BPJS Ketenagakerjaan. Yaitu, tentang program Jamianan Hari Tua (JHT,) Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Pensiun (JP) serta manfaat layanan tambahan.

Ada hal yang menarik dalam perkuliahan tersebut, yaitu terciptanya ikatan emosional yang kuat antara dosen tamu dan mahasiswa. Itu lantaran Inda hadir memosisikan diri sebagai kakak yang bertemu dengan adik-adiknya. Betapa tidak, ternyata Inda adalah alumni Fakultas Hukum Unpad angkatan tahun 80-an.

"Saya dulu ketika datang ke kampus Jatinangor sini masih berupa semak belukar," ungakap Inda di hadapan para yuniornya dari berbagai jurusan. Di sana Inda memaparkan program BPJS Ketenagakerjaan secara rinci selama 40 menit.

Di sela-sela menyampaikan materi, tak jarang Enda berbagi pengalaman pribadi hingga memotivasi "adik-adiknya" agar merencanakan masa depan dengan sangat baik. Salah satunya dengan membekali diri dengan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Sebab, pada kenyataannya yang namanya perjalanan hidup itu selalu mengalami keadaan fluktuasi atau naik turun.

"Apalagi bagi yang berprofesi sebagai pengusaha,itu akan sering terasa. Itulah yang namanya risiko hidup," ucap Inda. Untuk itulah Inda mengingatkan agar mahasiswa Unpad yang disebutnya sebagai generasi "zaman now" memiliki kesadaran berasuransi agar tidak sengsara di masa mendatang. Kesadaran ini mayoritas belum dimiliki oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia.

Inda mengaku beruntunglah mahasiswa yang merupakan generasi Y ini mendapatkan sosialisi jaminan sosial ketenagakerjaan. Mahasiswa diminta mencamkan baik-baik informasi tersebut di benak nasing-masing. Sehingga nanti tinggal langsung bergabung dengan program BPJS Ketenagakeraan ketika memasuki dunia kerja. Setelah itu akan merasakan sendiri manfaat besarnya. "Kalau di generasi saya dulu tidak mendapatkan informasi seperti ini," ujarnya. Entah nanti posisinya sebagai karyawan penerima upah, ataupun sebagai pemberi kerja atau pengusaha Enda meminta mereka langsung menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Mahasiswa disadarkan betapa pentingnya memiliki program JP maupun JHT. Menurutnya, orang tua jaman dahulu menginginkan anak-anaknya bekerja sebagai PNS. Salah satu pertimbangannya lantaran mendapatkan pensiun. Karena para orang tua tersebut sudah merasakan bagaimana sengsaranya di masa tua karena tidak ada persiapan. Kalau sekarang, kata Inda, tidak perlu menjadi PNS untuk memiliki jaminan pensiun karena sudah ada di BPJS Ketenagakerjaan. "Apalagi anda-anda nanti masuk peserta BPJS Ketenagakerjaan mulai usia 25 tahun, hemm bisa dapat miliaran pas usia kalian pensiun nanti," ungkapnya.

Belum lagi jika harus mengalami risiko kecelakaan kerja. Itu akan lebih susah lagi jika tidak memiliki asuransi. Jika orang zaman dulu berfikir urusan nasib diserahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Generasi now harus berfikir bagaimana bisa memproteksi diri terlebih dahulu, baru setelah itu berpasrah kepada Tuhan. "Karena apa yang terjadi satu jam saja setelah keluar dari kampus ini, tidak ada yang tahu," ungkapnya.

"Kita persiapkan masa depan kita sejak dini. Sehingga kalau menjadi tua atau mengalami risiko apapun kita tidak ketergantungan dengan orang di sekitar kita," tuturnya. Suasana perkuliahan memang kental dengan suasana kekeluargaan seolah tidak menjaga jarak antara pemateri dan audiennya.

Para mahasiswa tampak sangat antusias mengikuti materi kuliah umum tersebut. Itu terbukti mereka berebutan ingin mendapatkan giliran bertanya. Bahkan di sela-sela bertanya, mahasiswa menyempatkan bercanda. "Perkenalkan saya ini adik kecil ibu yang paling-paling kecil di Fakultas Hukum," ungkap salah satu mahasiswa. "Kalau saya tidak ingin menjadi anak Ibu, tapi maunya menjadi menantu Ibu," ujar salah seorang mahasiswi sebelum memulai pertanyaannya. Giliran Inda turut menimpalinya dengan gaya bercada. "Kok tahu ya saya punya anak cowok yang belum menikah," timpalnya.

Seluruh pertanyaan mahasiswa itu dijawab dengan baik oleh Inda. Antaralain, tentang program donasi kepesertaan pekerja rentan, turut berlakunya perlindungan bagi yang bekerja di luar negeri, hingga fasilitas kepemilikan rumah bagi peserta. "Acara ini sangat efektif dilaksanakan, terbukti dengan antusiasme mahasiwa dalam mengikuti kuliah umum ini. Hal ini diharapkan dapat membekas di benak mahasiswa dan bisa diaplikasikan di dunia kerja nantinya." tutur Inda seusai mengajar.

Sementara itu di tempat terpisah, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, mengatakan kegiatan kuliah umum di 49 Universitas di Seluruh Indonesia diadakan dalam rangka menyambut ulang tahun BPJS Ketenagakerjaan yang ke 40. Pelaksanaannya sendiri dimulai pada hari Senin (6/11) di Universitas Diponegoro, Semarang.

Kegiatan yang melibatkan jajaran direksi dan dewan pengawas ini dilakasanakan sebagai wujud kepedulian BPJS Ketenagakerjaan dibidang pendidikan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mengenal lebih awal tentang penyelenggaraan jaminan sosial beserta program dan manfaat nya Dengan tema "40 Menit Mengajar," jajaran direksi, dewas dan pejabat level satu BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan kuliah mengenai pentinganya jaminan sosial ketenagakerjaan selama 40 menit.

Hal ini dipandang perlu sebagai bekal mahasiswa dalam mengahadapi dunia kerja. "Kami sebagai badan publik di bawah presiden memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan termasuk mahasiswa yang nantinya akan memasuki dunia kerja. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa mempunyai bekal tentang jaminan sosial sejak usia dini," tutur Agus di Jakarta.

Dia berharap kegiatan tersebut akan dapat terus berlangsung di tahun-tahun berikutnya. Dengan tujuan mengedukasi sebanyak-banyaknya nya mahasiswa akan pentingnya jaminan sosial.(dni)