BPJS Ketenagakerjaan Kelola Rp 309 Triliun Dana Pekerja

Posted: 16 hari lalu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tahun 2017 memang masih menyisakan beberapa bulan. Namun Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sudah melewati target tahunan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan sampai bulan September 2017, dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 309 triliun.

Awalnya, sampai akhir Desember 2017 ini BPJS Ketenagakerjaan mengincar dana kelolaan sebesar Rp 296,9 triliun.

Meski sudah melewati target, dia mengatakan pihaknya tak akan berhenti untuk memupuk dana.

"Perkiraan saya sampai akhir tahun nanti dana kelolaan bisa mencapai antara Rp 315 triliun sampai Rp 320 triliun," kata dia, Selasa (7/11/2017).

Sementara sampai akhir 2016, dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan tercatat sebesar Rp 241,7 triliun. Artinya realisasi dana kelolaan badan sosial eks Jamsostek ini bisa mengalami kenaikan di atas 30% di penghujung tahun nanti.

Menurut Agus, ada sejumlah faktor yang mendorong pertumbuhan dana kelolaannya melebihi ekspektasi.

Diantaranya karena pertumbuhan kinerja investasi yang disebutnya masih cukup positif meski iklim investasi terbilang cukup menantang di tahun ini.

Hingga akhir kuartal ketiga tahun ini, realisasi hasil investasi BPJS Ketenagakerjaan telah mencapai Rp 18,35 triliun. Angka ini mengalami kenaikan lebih dari 23% jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Baca: Mahatir Sebut Suku Bugis Suku Perompak Bikin JK Tersinggung, Seperti Ini Reaksinya

Baca: Kanker Payudara Lebih Mudah Diobati Jika Ada Deteksi Dini

Pihaknya melakukan sejumlah efisiensi di bidang pengelolaan investasi. Hal ini membantu lembaganya untuk menekan beban investasi sehingga hasil investasi yang didapat pun lebih optimal.

Tak lupa penambahan jumlah peserta juga punya andil dalam menggemukan dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan. Sampai September, dia bilang jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 24,3 juta peserta alias naik 19% secara year on year.

Sampai tutup tahun nanti, BPJS Ketenagakerjaan punya target peserta sebanyak 25,2 juta. Artinya masih ada selisih sekitar 900.000 peserta yang masih diincar sampai 2017 berakhir.


Reporter: Tendi Mahadi