BPJS Ketenagakerjaan, 40 Menit Mengajar di Undip

Posted: 17 hari lalu

Semarang, ANTARA JATENG - BPJS Ketenagakerjaan mengawali rangkaian ulang tahunnya ke 40 dengan memberikan kuliah umum dengan tema "40 Menit Mengajar" di Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

BPJS Ketenagakerjaan akan mengadakan kuliah umum di 49 universitas di seluruh Indonesia dan mengawalinya di Gedung Laboratorium Kewirausahaan lantai 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Senin.

Kegiatan mengajar perdana di Kampus Undip Tembalang, Semarang yang merupakan wujud kepedulian BPJS Ketenagakerjaan di bidang

pendidikan tersebut diisi Kepala Divisi Analisa Portofolio BPJS

Ketenagakerjaan Purwaning Isdiani.

Ani, panggilan akrab Purwaning Isdiani menjelaskan mengenai pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk menjamin kemandirian bila terjadi risiko sosial dalam hal terjadinya kehilangan atau berkurangnya pendapatan berupa uang (in cash benefit) maupun pelayanan (in kind benefit).

"BPJS Ketenagakerjaan melindungi pekerja seluruh Indonesia baik pekerja formal yang bekerja di perusahaan ada penerima upah dan pemberi upah, maupun pekerja informal. Jadi tidak pandang perusahaannya besar atau kecil," kata Ani.

Penjelasan Ani tersebut menjawab pertanyaan dari salah satu mahasiswa yang menanyakan apakah hanya perusahaan yang memberikan upah besar kepada karyawannya yang harus mendaftarkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam kesempatan tersebut, Ani juga menjelaskan seluruh program BPJS Ketenagakerjaan yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP).

"BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki program tambahan yakni Return to Work yang memberikan pendampingan mental dan fisik pekerja karena mengalami kecelakaan kerja sampai benar-benar bekerja kembali," katanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, para pejabat BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jateng dan DIY serta Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Majapahit Yosef Rizal yang menjadi pendamping Purwaning Isdiani.

Editor: Mahmudah