Mamuju Daftarkan 3.000 Guru Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Posted: 2 bulan lalu

Mamuju (Antara Sulbar) - Pemerintah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, tahun ini berencana mendaftarkan 3.000 guru kontrak di daerah itu sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

"Tahun ini kami kembali menggagas kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Mamuju, yakni dengan melibatkan 3.000 guru tenaga kontrak, tidak hanya di kota tetapi juga sampai ke pelosok desa karena mereka sangat rentan dengan risiko kecelakaan kerja sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Mereka perlu kita lindungi karena pengabdiannya kepada masyarakat," kata Bupati Mamuju Habsi Wahid pada peluncuran Desa Saletto sebagai Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan, Kamis.

Pemerintah Kabupaten Mamuju, kata Habsi, juga telah melakukan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui pelibatan seluruh tenaga kontrak yang memiliki risiko pekerjaan tinggi seperti Satpol PP dan petugas pemadam kebakaran sebagai anggota BPJS ketenagakerjaan dengan iuran per bulan ditanggung oleh pemerintah daerah.

BPJS Ketenagakerjaan, menurut Bupati, sangat bermanfaat bagi masyarakat Mamuju karena dapat memberikan perlindungan kepada para pekerja.

"Apakah itu tenaga kerja di bidang pertanian, perkebunan dan bidang jasa semuanya itu terproteksi melalui BPJS Ketenagakerjaan. Dengan iuran per bulan hanya sekitar Rp16.000 untuk memberikan proteksi bagi dirinya, saya rasa tidak terlalu berat bagi masyarakat," terang Habsi Wahid.

Sementara itu, Direktur Perluasan Kepesertaan dan HAL BPJS Ketenagakerjaan E Ilyas Lubis mengatakan, Desa Saletto terpilih karena telah memenuhi beberapa kriteria yang telah ditetapkan, salah satunya adalah telah terdaftarnya kepala desa dan perangkatnya pada program BPJS Ketenagakerjaan.

"Dengan terdaftarnya perangkat desa dan dengan pembinaan yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan, nantinya diharapkan akan lebih mudah memunculkan kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan sosial," jelasnya.

"Program Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini dilaksanakan berdasarkan data bahwa 150 juta pekerja di Indonesia, sebagian besarnya ada di desa. Program ini lebih difokuskan pada sektor pedesaan dikarenakan sekitar 60 persen warga Indonesia secara administratif merupakan penduduk desa sehingga risiko kecelakaaan kerja warga Iebih tinggi dari pada di sektor industri," terang Ilyas Lubis.

Program Desa Sadar Jaminan Sosial, lanjut Ilyas Lubis, merupakan inovasi dari BPJS Ketenagakerjaan untuk bekerja sama dengan aparat desa dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pekerja di desa agar lebih sadar pentingnya jaminan sosial dan memahami manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Desa Saletto Abd Wahid mengaku bersyukur dengan ditunjuknya desa dia sebagai Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami telah mendaftarkan seluruh perangkat Desa Saletto sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kami tentu sangat bersyukur karena desa kami ditunjuk sebagai Desa BPJS Ketenagakerjaan yang pertama di Kabupaten Mamuju. Namun ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk memberikan motivasi kepada masyarakat agar lebih giat lagi dalam mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," kata Abd Wahid.

COPYRIGHT © ANTARA 2017