Anggota PPSU Meninggal Dunia Wariskan Santunan Jutaan Rupiah

Posted: 2 bulan lalu

INDOPOS.CO.ID - Musibah memang tak pernah diharapkan datang, tetapi selalu saja muncul secara tiba-tiba. Seperti yang dialami oleh oleh Ujang Supriantono, seorang anggota PPSU, di Kelurahan Pademangan Timur, Jakarta Utara.

Tanpa disangka sebelumya, Ujang Supriantono meninggal karena sakit berkepanjangan. Beruntung almarhum terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dari keanggotaan PPSU Keluarahan Pademangan Timur. Sehingga almarhum mewariskan santunan normatif yang sangat bermanfaat untuk keluarga yang ditinggalkan.

Istri almarhum, Bakhda Riah, selaku ahli waris menerima santunan Jaminan Kematian dari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Mangga Dua sebesar Rp 24.000.000. Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Mangga Dua, Indra Iswanto menyerahkan santunan tersebut secara simbolis di Kantor Kelurahan Pademangan Timur dan disaksikan langsung oleh Camat Pademangan Bapak Mumu Mujtahid dan Lurah Pademangan Timur Ibu Christina (11/10).

Dalam sambutannya Mumu Mujtahid mengatakan, seluruh anggota PPSU terdaftar program BPJS Ketenagakerjaan. Maka mereka terlindungi dari risiko-risiko sosial yang timbul. Menariknya, iuran tiap bulan yang dibayarkan sangat murah. "Tapi ini jangan dianggap menggadaikan jiwa pesertanya,” ungkapnya.

Sementara itu Indra Iswanto mengungkapkan sudah menjadi kewajiban bagi pihaknya untuk menyampaikan amanah santunan. Sebab itu adalah hak dari seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami risiko kerja. "Mendiang Ujang Supriantono terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak Februari 2016," paparnya.

Penyerahan klaim itu sebagai tanggung jawab percepatan layanan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan dengan visi Menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial kebanggaan bangsa, yang amanah, bertatakelola baik serta unggul dalam operasional dan Pelayanan.

Dalam pertemuan tersebut Indra mengungkapkan, Kelurahan Pademangan Timur yang mendaftarkan anggota PPSU dengan program BPJS Ketenagakerjaan adalah contoh yang baik dalam hubungan goverment to goverment. Itu contoh kepatuhan ketentuan Undang Undang (UU) dengan tujuan utama memberi perlindungan kepada tenaga kerja.

Sebagaimana diamanatkan dalam UU No 24 Tahun 2011 Tentang BPJS, setiap pemberi kerja atau pengusaha dan tenaga kerja wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Tenaga kerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, maka biaya-biaya yang timbul akibat risiko kerja akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan normatif yang berlaku. Ada empat program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, yaitu JKK, JKM (Jaminan Kematian), JHT (Jaminan Hari Tua), dan JP (Jaminan Pensiun).

Sementara itu pihak dari ahli waris Bakhda Riah yang merupakan istri dari Alm Ujang Supriantono, menyampaikan terima kasih atas layanan jemput bola penyerahan klaim santunan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Mangga Dua. (dni)