Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kota Bogor Tak Sampai 20 Persen

Posted: 2 bulan lalu

BOGOR, (PR).- Keikutsertaan masyarakat Kota Bogor sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan masih minim. Dari 500 ribu angkatan kerja yang ada saat ini, jumlah peserta program BPJS Ketenagakerjaan baru 99 ribu orang atau sekitar 19,8 persen.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Bogor Chairul Arianto menganggap tingkat kesadaran masyarakat mengikuti program jaminan ketenagakerjaan masih rendah. Menurutnya, masih banyak kalangan di daerahnya menganggap program BPJS Ketenagakerjaan sama dengan BPJS Kesehatan.

"Jika masyarakat sudah mendaftar BPJS Kesehatan, mereka merasa tidak perlu daftar yang ketenagakerjaannya. Makanya ini mau kami luruskan," kata Chairul seusai menemui Sekretaris Daerah setempat di Balaikota, Rabu, 11 Oktober 2017. Selain itu, ia menduga masyarakat kalangan ekonomi lemah juga kesulitan mengikutinya.
Pendataan pekerja

Program jaminan ketenagakerjaan diwajibkan oleh pemerintah pusat pada

seluruh pekerja. Karena itu, pihak BPJS Ketenagakerjaan berupaya menyiasati berbagai kendala tersebut dengan meminta bantuan Pemerintah Kota Bogor.

Chairul mengatakan kerja sama dengan pemerintah daerah lebih kepada pendataan para pekerja di wilayahnya. Proses pendataan dilakukan secara masif hingga akhir November 2017 ia menargetkan seluruh pekerja di Kota Bogor bisa terdaftar. Pendataan itu sekaligus mendorong masyarakat untuk mendaftar.

Pendataan tersebut juga untuk mengetahui pekerja dari kalangan ekonomi lemah. "Setelah didata semua, Desember 2017 kita buat kajian lagi bersama Pemkot," kata Chairul meyakinkan pihaknya akan mencarikan solusi bagi masyarakat yang tidak mampu membayar.

Lebih lanjut ia menjelaskan peserta BPJS Ketenagakerjaan diwajibkan untuk tiga segmen pekerja yakni penerima upah (pekerja formal), bukan penerima (pekerja informal) dan segmen pekerja jasa konstruksi. Jaminan yang sama menurutnya juga bisa berlaku untuk proyek pembangunan fisik secara gotong royong oleh masyarakat setempat.***